5 Makanan Ini Diam-Diam Bikin Kolesterol Naik Menurut Ahli Gizi
Kolesterol tinggi sering tidak bergejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Salah satu faktor utama adalah pola makan sehari-hari.
Ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu kenaikan kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan. Berikut lima makanan tersebut menurut Eating Well.
>>> Penyakit Menular Seksual di Eropa Capai Rekor Tertinggi, Ini Pemicunya
1. Kopi Tanpa Filter
Kopi tanpa filter seperti espresso, French press, atau kopi Turki mengandung senyawa cafestol dan kahweol yang meningkatkan LDL.
Ahli diet kardiologi preventif Michelle Routhenstein menjelaskan bahwa cafestol menghambat sintesis asam empedu dan memblokir reseptor hati, sehingga produksi kolesterol meningkat dan eliminasinya berkurang.
Sebaliknya, kopi yang disaring dengan kertas dapat menjebak senyawa tersebut, sehingga lebih aman bagi jantung.
2. Ghee
Ghee adalah mentega murni yang tinggi lemak jenuh.
Ahli diet Nisha Melvani mengatakan lemak jenuh dalam ghee dapat meningkatkan LDL lebih tinggi daripada minyak tak jenuh.
Beberapa penelitian menunjukkan ghee juga meningkatkan kadar ApoB, penanda jumlah partikel LDL yang terkait risiko penyakit jantung.
Meski bisa dikonsumsi, menjadikan ghee sebagai lemak utama dapat menaikkan kolesterol secara tidak terduga.
>>> DPRD dan Walhi Desak Pemprov DKI Optimalkan Pengolahan Sampah Rumah Tangga
3. Minyak Sawit
Minyak sawit dan minyak kelapa tinggi lemak jenuh. Routhenstein menyatakan lemak jenuh mengurangi aktivitas reseptor LDL di hati, sehingga kolesterol dalam darah meningkat.
Banyak granola dan energy bar mengandung minyak sawit sebagai sumber tersembunyi. Disarankan memeriksa kandungan lemak jenuh pada label camilan favorit.
4. Karbohidrat Olahan
Karbohidrat olahan seperti kue, roti putih, biskuit, dan sereal manis tidak hanya memengaruhi gula darah, tetapi juga kolesterol.
Melvani menjelaskan bahwa karbohidrat olahan menyebabkan lonjakan gula darah cepat, sehingga hati memproduksi lebih banyak VLDL yang kemudian berubah menjadi LDL kecil dan padat yang lebih berbahaya bagi jantung.
Selain itu, makanan olahan sering mengandung mentega, lemak trans, serta minyak sawit dan kelapa yang menambah lemak jenuh.
Biji-bijian olahan juga kehilangan serat larut yang membantu menurunkan LDL.
5. Makanan Tinggi Natrium
Natrium tidak langsung memengaruhi kolesterol, tetapi konsumsi berlebihan dapat merusak lapisan pembuluh darah. Hal ini memudahkan kolesterol masuk ke dinding arteri dan menyebabkan penumpukan plak.
>>> Jadwal KRL Jogja Solo 25 dan 26 Mei 2026 Terbaru dari KAI
Makanan beku, makanan cepat saji, camilan olahan, dan makanan kalengan merupakan sumber natrium tinggi yang perlu diwaspadai.
Update Terbaru
Sinopsis Tomorrow Never Dies: James Bond Lawan Konglomerat Media Pemicu Konflik Dunia
Jumat / 10-07-2026, 18:20 WIB
5 Mall Ini Punya Aktivitas Seru untuk Habiskan Sisa Liburan Sekolah
Jumat / 10-07-2026, 18:20 WIB
8 Gaya Serba Hitam Paula Verhoeven hingga Natasha Rizky, Siapa Paling Stylish?
Jumat / 10-07-2026, 18:20 WIB
Kreator Instagram Bisa Dapat Komisi dari Shopee, Begini Caranya
Jumat / 10-07-2026, 18:07 WIB
Pria Idaho Selamat dari Gigitan Ular Berbisa setelah Menerima 54 Dosis Antivenom
Jumat / 10-07-2026, 17:59 WIB
Mobil Tabrak Kantor Pos di San Antonio, Layanan Dialihkan
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Huey Lewis: Kehilangan Pendengaran Total Akibat Penyakit Ménière
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Gugatan Class Action: Costco Didakwa Jual Protein Powder Mengandung Logam Berat
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Ann Widdecombe, Mantan Menteri Konservatif, Meninggal di Usia 78
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Muchova dan Noskova Bersaing di Final Wimbledon All-Czech
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
IHSG Naik Tipis ke 5.924 Akhiri Pekan Ini
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Kejati DIY Data Seluruh SPPG di Yogyakarta atas Permintaan Pidsus Kejagung
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
US Navy Hentikan Pengecualian Cukur Permanen, Personel dengan Kondisi Kulit Kronis Diancam Dipisahkan
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB







