Infeksi menular seksual (IMS) di Eropa mencapai rekor tertinggi pada 2024. Laporan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Kepala Unit Penyakit Menular Langsung ECDC, Bruno Ciancio, mengungkapkan tren kenaikan ini sudah berlangsung selama 10 tahun.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 25 dan 26 Mei 2026 Terbaru dari KAI

"Infeksi menular seksual terus meningkat dan mencapai rekor tertinggi pada 2024," ujarnya.

Kasus gonore melonjak 303% dibandingkan 2015, mencapai 106.331 kasus pada 2024. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak sistem pengawasan dimulai pada 2009.

Sementara itu, kasus sifilis lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama menjadi 45.577 kasus. Klamidia masih menjadi IMS paling banyak dilaporkan dengan 213.443 kasus.

Lonjakan Sifilis Bawaan pada Bayi

ECDC juga menyoroti peningkatan sifilis bawaan (congenital syphilis) yang hampir dua kali lipat dibandingkan 2023. Kondisi ini terjadi ketika ibu hamil yang terinfeksi menularkan penyakit ke janin.

Negara dengan kasus sifilis bawaan tertinggi selama 2015-2024 adalah Bulgaria (195 kasus), Portugal (96 kasus), dan Hungaria (91 kasus).

ECDC menegaskan penyakit ini sebenarnya bisa dicegah.

World Health Organization menargetkan eliminasi sifilis bawaan pada 2030 dengan angka kurang dari satu kasus per 100 ribu kelahiran hidup.

Pemicu Utama: Perubahan Perilaku Seksual

Para ahli menilai perubahan perilaku seksual menjadi faktor utama lonjakan IMS. Kepala unit HIV/AIDS di Hospital Clínic Barcelona, Josep Mallolas, mengatakan penggunaan kondom semakin jarang.

>>> Pemerintah Percepat Penyediaan Lahan Huntap di Aceh Tamiang

"Penggunaan kondom menjadi semakin jarang dipakai," ujarnya. Ia juga menyoroti meningkatnya jumlah pasangan seksual, terutama di kalangan anak muda dan remaja.