Pemerintah mempercepat proses pengadaan lahan untuk pembangunan hunian tetap komunal bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini diambil melalui rapat koordinasi yang digelar pada Sabtu (23/5/2026).

>>> Alasan Warga RI Pilih Berobat ke Malaysia dan Singapura, Bukan Cuma Murah

Sebanyak 37 lokasi dari total 40 titik yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kini dinyatakan siap dibangun.

Tiga lokasi lainnya masih dalam tahap negosiasi pelepasan lahan Hak Guna Usaha (HGU).

Negosiasi Lahan HGU

Tiga lokasi yang masih dalam negosiasi melibatkan lahan HGU milik PT Perkebunan Semadam, PT Perkebunan Pertanian Pati Sari, dan PT Evans Indonesia melalui PT Simpang Kiri Plantations.

Sementara itu, proses pelepasan lahan HGU dari PTPN, PT Padang Palma Permai, PT Socfindo, PT Desa Jaya, dan PT Bahruni telah rampung.

Pemerintah daerah memerlukan kepastian aspek administrasi agar pembangunan infrastruktur fisik dapat berjalan simultan. Sebagai solusi percepatan, perlu dokumen administrasi kepastian pelepasan lahan HGU sebagai dasar awal pembangunan.

Hal itu disampaikan oleh Safrizal, Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).

>>> BMKG Prakirakan Hujan Ringan Mengguyur Bandung Siang Ini

Pemerintah daerah juga diarahkan menghitung kembali total luas kebutuhan riil di lapangan berdasarkan kajian teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Pilihan lokasi pembangunan huntap sudah melalui penilaian terukur dan pertimbangan matang," kata Safrizal. Kajian mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga analisis risiko kebencanaan di masa depan.

Dukungan juga datang dari pihak legislatif.

"Kami berharap koordinasi dengan perusahaan dapat segera diselesaikan agar proses pembangunan huntap bisa berjalan sesuai target," ujar Khalid, Koordinator Posko Penanggulangan Bencana (Galapana) DPR RI.

DPR RI menegaskan komitmennya memastikan pemenuhan kebutuhan papan bagi seluruh masyarakat terdampak banjir.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area HGU di Desa Bukit Rata yang diproyeksikan menjadi kawasan hunian tetap baru.

>>> BMKG Prakirakan Kulon Progo Berawan Hari Ini, Suhu Capai 28 Derajat

Tim koordinasi juga mendatangi Huntara 3 Bukit Rata untuk menyalurkan bantuan logistik berupa peralatan dapur kepada 72 kepala keluarga yang masih bertahan di hunian sementara.