Gaji Ditunggak Berbulan-bulan hingga Dipangkas 50 Persen, Tim Farmasi RSI Unisma Malang Pilih Resign Massal: Bukan karena Beban Kerja
Ukuran Teks
Gelombang pengunduran diri massal yang melibatkan seluruh tim farmasi rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Kota Malang kini menjadi sorotan tajam publik. Keputusan berani yang diambil oleh para tenaga kesehatan ini mencuat ke permukaan dan viral di media sosial, memicu diskusi luas mengenai kesejahteraan pekerja di sektor rumah sakit swasta.
Aksi "resign berjamaah" ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kekecewaan terhadap hubungan industrial antara karyawan dan pihak manajemen yang dinilai tidak lagi menemukan titik terang. Alih-alih mencari solusi, kebijakan yang dikeluarkan justru semakin menekan mental dan finansial para pegawai.
Viral di Media Sosial, Ruang Farmasi Tampak Kosong Melompong
Isu ini pertama kali mencuat setelah sebuah unggahan dari akun TikTok @iniaku9395 menarik perhatian warganet. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak jelas kondisi salah satu ruangan di RSI Unisma yang kosong melompong, tanpa adanya aktivitas tenaga kesehatan maupun pegawai yang biasanya hilir mudik melayani pasien.
"Life after resign kerja di RS swasta selama 8 tahun," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya, menyiratkan sebuah kelegaan yang bercampur dengan kekecewaan mendalam setelah mengabdikan diri hampir satu dekade di institusi tersebut.
Pemilik akun tersebut kemudian mengonfirmasi bahwa seluruh anggota tim farmasi telah memilih untuk mengundurkan diri secara serentak. Dampaknya, unit farmasi rawat inap di rumah sakit tersebut terpaksa ditutup sementara waktu, yang tentu saja berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan.
Ikatan Kekeluargaan yang Retak: Dari "Rumah Kedua" Menjadi Beban
Dalam narasi yang dibangun, terungkap alasan mengapa para tenaga farmasi ini bertahan begitu lama di tengah dinamika pekerjaan yang tidak mudah. Selama bertahun-tahun, hubungan kekeluargaan yang terjalin erat di antara sesama rekan tim menjadi daya tarik utama. Suasana kerja yang solid membuat mereka merasa rumah sakit bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan "rumah kedua" yang nyaman.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Kamar Williams dari 80K Twins Hilang Setelah Tinggalkan Rumah
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
Pemerintah Salurkan Pembiayaan Mikro ke 14,9 Juta UMKM
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
7 Kado Tak Terduga yang Akan Dipakai Setiap Hari
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
Lokasi Syuting Ikonis Enola Holmes 3, Benteng hingga Kota Tua di Malta
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
BRI KPR Solusi Tawarkan Skema Bunga Fleksibel untuk Beli Properti
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
TNI Temukan 5.000 Batang Ganja di Dua Lokasi di Yahukimo
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
Dubes Baru Qatar Sultan bin Mubarak Bertamu ke Rumah Jokowi di Solo
Jumat / 17-07-2026, 15:42 WIB
Dominick Cruz: Cedera Conor McGregor Akan Jadi Berkah Tersembunyi
Jumat / 17-07-2026, 15:38 WIB
Qatar Bantah Keras Tuduhan Bantu Israel Serang Iran
Jumat / 17-07-2026, 15:38 WIB
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, 28 Tahun Ditunggu
Jumat / 17-07-2026, 15:37 WIB
Mantan Teman Will Smith Berusaha Tarik Aktor ke Kasus Hukum dengan Jada
Jumat / 17-07-2026, 15:35 WIB
Marc Klok Ungkap Kondisi TC Timnas Indonesia di Bali Jelang Piala AFF 2026
Jumat / 17-07-2026, 15:35 WIB
Nasib Emil Audero di Italia Masih Menggantung, Berlabuh ke Super League?
Jumat / 17-07-2026, 15:35 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Sumut Tetap Normal
Jumat / 17-07-2026, 15:35 WIB







