Gelombang pengunduran diri massal yang melibatkan seluruh tim farmasi rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Kota Malang kini menjadi sorotan tajam publik. Keputusan berani yang diambil oleh para tenaga kesehatan ini mencuat ke permukaan dan viral di media sosial, memicu diskusi luas mengenai kesejahteraan pekerja di sektor rumah sakit swasta.
 
Aksi "resign berjamaah" ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kekecewaan terhadap hubungan industrial antara karyawan dan pihak manajemen yang dinilai tidak lagi menemukan titik terang. Alih-alih mencari solusi, kebijakan yang dikeluarkan justru semakin menekan mental dan finansial para pegawai.
 
Viral di Media Sosial, Ruang Farmasi Tampak Kosong Melompong
 
Isu ini pertama kali mencuat setelah sebuah unggahan dari akun TikTok @iniaku9395 menarik perhatian warganet. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak jelas kondisi salah satu ruangan di RSI Unisma yang kosong melompong, tanpa adanya aktivitas tenaga kesehatan maupun pegawai yang biasanya hilir mudik melayani pasien.
 
"Life after resign kerja di RS swasta selama 8 tahun," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya, menyiratkan sebuah kelegaan yang bercampur dengan kekecewaan mendalam setelah mengabdikan diri hampir satu dekade di institusi tersebut.
 
Pemilik akun tersebut kemudian mengonfirmasi bahwa seluruh anggota tim farmasi telah memilih untuk mengundurkan diri secara serentak. Dampaknya, unit farmasi rawat inap di rumah sakit tersebut terpaksa ditutup sementara waktu, yang tentu saja berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan.
 
Ikatan Kekeluargaan yang Retak: Dari "Rumah Kedua" Menjadi Beban
 
Dalam narasi yang dibangun, terungkap alasan mengapa para tenaga farmasi ini bertahan begitu lama di tengah dinamika pekerjaan yang tidak mudah. Selama bertahun-tahun, hubungan kekeluargaan yang terjalin erat di antara sesama rekan tim menjadi daya tarik utama. Suasana kerja yang solid membuat mereka merasa rumah sakit bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan "rumah kedua" yang nyaman.