Sotheby's di New York akan melelang kerangka Tyrannosaurus rex yang sangat besar dan hampir lengkap, dijuluki "Gus", pada Selasa mendatang.

Kerangka purba ini diperkirakan bernilai antara 20 juta hingga 30 juta dolar AS, mengikuti tren harga fosil dinosaurus yang meroket seperti karya seni langka.

>>> Kurasi Musik Indonesia Vol. 66: Isu Mental hingga Reggae Humor

Pada 2024, Stegosaurus bernama Apex terjual seharga 44,6 juta dolar AS di Sotheby's, 11 kali lipat dari harga awalnya.

Gus memiliki tinggi sekitar 3,8 meter dalam posisi menerkam dan diperkirakan berusia 67 juta tahun.

Perusahaan komersial Theropoda Expeditions menggali dinosaurus dewasa ini selama tiga tahun mulai 2021 di sebuah peternakan di Harding County, South Dakota.

Pemilik tanah Gary "Gus" Licking memberi izin penggalian, tetapi meninggal sebelum proses selesai.

Prospektor lapangan Cole Jacobs menemukan sisa-sisa tersebut pada hari pertamanya di lokasi setelah melihat tulang metatarsal menonjol dari tanah.

Meski penemuan ini signifikan, penjualan komersial spesimen semacam itu mengkhawatirkan komunitas ilmiah global.

Profesor paleontologi vertebrata Universitas Birmingham, Richard Butler, menyatakan keprihatinan mendalam atas pemasaran fosil sebagai simbol status atau komoditas.

"Fosil yang tidak berada di koleksi museum yang diakui tidak dapat diteliti dan karenanya hilang untuk penelitian," katanya.

Profesor Stephen Brusatte dari Universitas Edinburgh mencatat bahwa meskipun penjualan di AS legal berdasarkan hukum properti setempat, hal itu tetap meresahkan.

"Jika dinosaurus seperti ini laku puluhan juta dolar di lelang, sedikit yang bisa dilakukan ilmuwan atau museum. Harga itu hanya bisa dibayar oleh orang superkaya," ujarnya.

Tren ini kontras dengan lelang "Sue" pada 1997, seekor T. rex yang dibeli seharga 8 juta dolar AS oleh Field Museum Chicago melalui dukungan publik dan korporat.