Antartika saat ini dikenal sebagai benua beku dengan lapisan es sangat tebal. Namun, jutaan tahun lalu, wilayah kutub selatan ini merupakan hutan tropis yang hangat dan rimbun.

Bagaimana bisa hutan tropis berubah menjadi benua es? Jawabannya terungkap dari penemuan fosil-fosil pohon kuno di kawasan tersebut.

>>> Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi di Instagram, Kreator Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed

Bukti Fosil di Balik Lapisan Es

Sejarah masa lalu Antartika terungkap berkat fosil yang ditemukan oleh Kapten Scott dan timnya pada tahun 1912.

Mereka menemukan fosil pohon paku biji kuno bernama Glossopteris di dekat Gletser Beardmore, Pegunungan Transantartika.

Penemuan ini menjadi bukti bahwa Antartika dulunya memiliki iklim yang jauh lebih hangat.

Fosil serupa juga ditemukan di Amerika Selatan, Afrika, dan Australia. Kesamaan ini memperkuat teori pergeseran benua yang dicetuskan Alfred Wegener.

>>> Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet Cukup Pakai Oppo Reno16 Series

Pecahnya Benua Raksasa Gondwana

Sekitar 200 juta tahun lalu, Antartika belum berada di posisi kutub. Daratannya masih menyatu dengan benua selatan lain membentuk superbenua Gondwana.

Aktivitas tektonik perlahan memecah Gondwana menjadi beberapa daratan. Antartika pun terpisah dan bergerak menuju kutub selatan.

Proses pemisahan ini memakan waktu jutaan tahun dan mengubah konfigurasi tektonik secara drastis.

>>> Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir

Penurunan gas rumah kaca dan perubahan arus laut kemudian memicu pembekuan Antartika hingga menjadi benua es seperti sekarang.