Fosil gigi primata purba yang lebih kecil dari kuku jari tangan ditemukan di Colorado, Amerika Serikat.

Temuan ini berpotensi mengubah pemahaman para ilmuwan tentang asal usul dan penyebaran awal primata, termasuk nenek moyang manusia.

>>> Spring 2026: Rekomendasi Anime Terbaik Musim Semi

Primata bernama Purgatorius ini hidup sekitar 65,9 juta tahun lalu, tepat setelah tumbukan asteroid yang memusnahkan dinosaurus non-unggas.

Hewan seukuran tikus ini merupakan anggota tertua dari garis keturunan primata yang diketahui.

Mengisi Celah Geografis dan Waktu

Sebelumnya, fosil Purgatorius hanya ditemukan di Montana dan Saskatchewan. Sementara primata purba lain ditemukan lebih ke selatan, namun usianya lebih muda.

Hal ini menimbulkan celah dalam catatan fosil primata awal.

Fosil baru dari Colorado menunjukkan bahwa primata purba kemungkinan berasal dari wilayah utara. Mereka kemudian menyebar ke selatan dan melakukan diversifikasi tak lama setelah peristiwa kepunahan massal.

Tim peneliti sebelumnya memiliki teori untuk menjelaskan ketiadaan Purgatorius di selatan. Teori itu meliputi kerusakan hutan akibat asteroid, pemulihan tanaman yang cepat, dan perubahan metode pencarian.

Teknik Ekskavasi Mikroskopis

Proyek ini didanai hibah hampir 3 juta dolar dari National Science Foundation pada 2023. Tim menggunakan teknik pencucian dan penyaringan tanah secara intensif di situs Corral Bluffs, Colorado.

Mahasiswa dan relawan memproses berton-ton sedimen melalui saringan halus. Upaya ini berhasil menemukan beberapa gigi Purgatorius yang sangat kecil.

>>> Digimon Beatbreak Umumkan Arc Baru dan Anggota Pemeran Tambahan

Gigi-gigi tersebut menunjukkan ciri fisik yang unik.

"Spesimen ini memiliki kombinasi fitur yang berbeda dari spesies Purgatorius yang diketahui," kata Jordan Crowell, peneliti pascadoktoral di Denver Museum of Nature & Science.