Pasar ponsel lipat yang sempat dianggap sebagai masa depan industri mobile kini mulai dipertanyakan.

Tingginya biaya produksi dan kenaikan harga komponen membuat sejumlah produsen mengurangi atau bahkan menghentikan lini perangkat lipat mereka.

>>> Realme Narzo 100X 5G Meluncur 15 Juli, Baterai 8.000 mAh dan Layar 144Hz

Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar yang bisa mengubah peta persaingan smartphone lipat.

Bocoran terbaru dari leaker ternama Ice Universe menyebut bahwa Galaxy Z Flip8 kemungkinan menjadi generasi terakhir dari seri Galaxy Z Flip.

"Galaxy Z Flip8 kemungkinan akan menjadi model terakhir dari lini Galaxy Z Flip," ungkap Ice Universe melalui bocoran yang dilansir dari Gizmochina, Jumat (10/7/2026).

Hingga saat ini, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.

Rumor Lama yang Kini Dinilai Semakin Masuk Akal

Spekulasi penghentian seri Galaxy Z Flip sebenarnya bukan hal baru. Namun, rumor sebelumnya tidak pernah berasal dari sumber sekredibel Ice Universe.

>>> Tips Aman Jual Beli Akun Mobile Legends: Wajib Cek Status PSE Sebelum Transaksi

Kali ini, rumor dinilai lebih realistis mengingat kondisi pasar smartphone lipat telah berubah signifikan.

Salah satu faktornya adalah meningkatnya harga komponen, terutama RAM, yang berdampak langsung pada biaya produksi.

Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen terpaksa menaikkan harga jual. Motorola, misalnya, dikabarkan membanderol seri Razr terbaru lebih mahal dari generasi sebelumnya karena kenaikan biaya komponen.

Pasar Ponsel Lipat Clamshell Semakin Sepi

Selain kenaikan biaya produksi, pasar ponsel lipat clamshell juga kehilangan banyak pemain, terutama di pasar global.

>>> 3 Rekomendasi HP Oppo Ex Flagship dengan Spek Premium yang Masih Layak Dibeli di 2026

Produsen China seperti OPPO, Xiaomi, vivo, dan Honor diketahui tidak lagi memasarkan perangkat lipat clamshell mereka di Eropa maupun Amerika Serikat.