Drama OTT KPK di Soloraya: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring Kasus Pemerasan, Enam Koper Hijau Jadi Saksi
Ukuran Teks
Jagat politik dan birokrasi Jawa Tengah kembali diguncang berita mengejutkan. Pendopo kabupaten yang seharusnya menjadi simbol pengayoman masyarakat, kini justru menjadi titik awal jatuhannya seorang pemimpin daerah. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, harus rela meninggalkan kenyamanan jabatannya setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bersama empat orang lainnya, Etik kini harus menjalani pemeriksaan intensif di markas komisi antirasuah di Jakarta. Penangkapan ini bukan sekadar prosedur hukum biasa, melainkan sebuah operasi senyap yang menyita perhatian publik, lengkap dengan misteri enam koper hijau besar yang dibawa tim penyidik.
Operasi Senyap di Malam Hari: Bermula dari Soloraya
Rangkaian peristiwa bermula pada Kamis malam, 9 Juli 2026. Tim penindak KPK menggelar operasi senyap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah. Target mereka bukanlah kasus korupsi pengadaan barang yang lazim terjadi, melainkan sebuah praktik pemerasan yang diduga kuat melibatkan orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa kelima orang yang diamankan, termasuk Bupati Etik Suryani, langsung digelandang ke Mapolresta Solo. Tempat ini dipilih sebagai basis operasi sementara untuk menjalani proses pemeriksaan awal secara tertutup sebelum akhirnya diterbangkan ke ibu kota negara.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo. Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta," ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Misteri Enam Koper Hijau dan Tumpukan Dokumen
Salah satu sorotan paling menarik dari OTT ini adalah barang bukti yang dibawa oleh tim KPK. Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.21 WIB, suasana lobi Mapolresta Solo dipecahkan oleh kesibukan para petugas KPK.
Mereka terlihat membawa masuk enam buah koper berukuran besar berwarna hijau, ditambah seikat bundelan berkas dokumen yang cukup tebal. Enam koper hijau ini langsung dinaikkan melalui lift menuju ruang pemeriksaan di lantai 2 untuk diamankan.
Pertanyaan besar pun muncul di benak publik: Apa isi dari enam koper hijau tersebut? Apakah berisi uang tunai hasil pemerasan, atau dokumen-dokumen rahasia yang membongkar praktik kotor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo?
Satu jam berselang, tepatnya pukul 05.40 WIB, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga turut diperiksa dalam operasi tersebut tampak keluar dan menuruni tangga manual. Hanya berselisih tiga menit, giliran Bupati Etik Suryani dan rombongan petugas KPK keluar dari lift utama, membawa serta enam koper hijau dan dokumen sitaan tersebut.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Jampidsus Bisa Pertanggungjawabkan Uang dan Emas 74 Kg di Rumahnya
Jumat / 10-07-2026, 13:29 WIB
Mantan Suami Barbie Hsu Hormati Hak Waris DJ Koo
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
PM Starmer Janji Libur Nasional Jika Inggris Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
Jampidsus Bantah Punya Kafe de'Clan Cipete yang Digeledah Polisi
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
Jampidsus Tegaskan Tetap Tangani Perkara Korupsi BGN
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
Harga Tiket Piala Dunia Anjlok 60% Usai AS dan Portugal Tersingkir
Jumat / 10-07-2026, 13:28 WIB
BTS Digugat Plagiarisme Lagu 'SWIM' di AS, BigHit Bantah Tuduhan
Jumat / 10-07-2026, 13:24 WIB
Akhir Kisah Cinta di Puncak Hallyu: IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus Setelah Empat Tahun Bersama
Jumat / 10-07-2026, 13:24 WIB
Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Penyidikan Polda Metro Tidak Sah
Jumat / 10-07-2026, 13:24 WIB
OpenAI Rilis GPT-5.6 untuk Publik, Tiga Varian Termasuk Sol, Terra, dan Luna
Jumat / 10-07-2026, 13:24 WIB
KPK Amankan Logam Mulia dan Uang Miliaran dari OTT Bupati Sukoharjo
Jumat / 10-07-2026, 13:21 WIB
Suasana Rumah Duka Rachmat Gobel Jelang Pemakaman di Kalibata
Jumat / 10-07-2026, 13:21 WIB
Zulhas Kenang Rachmat Gobel: Orang Baik dengan Banyak Karya
Jumat / 10-07-2026, 13:21 WIB







