OpenAI resmi merilis keluarga model GPT-5.6 untuk pengguna umum, setelah sebelumnya sempat dibatasi peluncurannya atas permintaan Gedung Putih.

Rilis model terbaru ini mencakup tiga varian, yakni Sol sebagai model flagship, Terra untuk kebutuhan kerja sehari-hari, dan Luna sebagai model paling hemat biaya.

>>> KPK Amankan Logam Mulia dan Uang Miliaran dari OTT Bupati Sukoharjo

Pada akhir Juni lalu, pemerintah AS sempat meminta OpenAI hanya membagikan GPT-5.6 kepada segelintir mitra berizin resmi.

Alasannya, kemampuan model itu dinilai setara dengan Claude Mythos milik Anthropic yang juga sempat diblokir AS tak lama usai peluncurannya.

OpenAI kala itu menyetujui pembatasan sebagai jalan tengah di tengah belum adanya regulasi federal yang jelas untuk model AI generasi terbaru.

Kini, setelah melewati fase uji terbatas tersebut, OpenAI menyatakan GPT-5.6 telah tersedia luas bagi publik.

"Kami meluncurkan rangkaian model GPT‑5.6 untuk penggunaan umum setelah masa pratinjau terbatas: model andalan terbaru kami, Sol, bersama dengan Terra, model yang seimbang untuk pekerjaan sehari-hari, dan Luna, model kami yang paling hemat biaya," tulis OpenAI dalam keterangannya, Jumat (10/7).

OpenAI mengklaim Sol mencapai "hasil terdepan" pada sejumlah kategori evaluasi, termasuk pengodean, pekerjaan berbasis pengetahuan, keamanan siber, dan sains, dengan efisiensi token yang diklaim lebih baik dibanding model generasi sebelumnya maupun kompetitor.

OpenAI turut memperkenalkan mode "ultra", pengaturan performa tertinggi yang mengoordinasikan beberapa agen AI secara paralel untuk tugas kompleks.

Perusahaan juga mengklaim kemampuan computer use dan design judgment yang lebih matang, sehingga model bisa memeriksa dan menyempurnakan hasil kerja sebelum diserahkan ke pengguna.

>>> Suasana Rumah Duka Rachmat Gobel Jelang Pemakaman di Kalibata