Kecerdasan buatan pada ponsel pintar memasuki fase baru.

Menurut Counterpoint Research, industri bergerak melampaui asisten AI yang sekadar menjawab pertanyaan menuju 'Agent Phone' yang dapat memahami niat pengguna dan menyelesaikan tugas secara otomatis.

>>> Kubah Panas Ekstrem dan Badai Dahsyat Landa Sejumlah Wilayah AS

Ponsel masa depan diharapkan mampu mengoordinasikan banyak aplikasi dan layanan di latar belakang, membuat tugas sehari-hari lebih cepat dan mudah.

Pergeseran ini bisa mendefinisikan ulang cara orang berinteraksi dengan perangkat dan cara merek ponsel bersaing.

Dari Asisten AI ke Agen AI

Asisten AI saat ini dirancang untuk merespons pertanyaan, menghasilkan teks, atau memberikan rekomendasi. Counterpoint meyakini langkah selanjutnya jauh lebih praktis.

Agent Phone dirancang untuk memahami apa yang ingin dicapai pengguna dan kemudian menjalankan tindakan yang diperlukan secara otomatis.

Alih-alih meminta pengguna berpindah antar aplikasi, agen AI ini dapat mengelola alur kerja lengkap atas nama mereka.

Ini mengubah ponsel dari perangkat yang meluncurkan aplikasi menjadi lapisan sistem operasi cerdas yang mengoordinasikan aplikasi dan layanan di belakang layar.

Akibatnya, persaingan di masa depan mungkin tidak bergantung pada spesifikasi perangkat keras, melainkan pada seberapa andal AI menyelesaikan tugas dunia nyata.

Kerangka Terbuka Mempercepat Transisi

Salah satu pendorong terbesar di balik transisi ini adalah munculnya kerangka 'Claw' terbuka.

Kerangka ini menyediakan lapisan eksekusi bersama yang memungkinkan agen AI memahami niat pengguna, menjalankan tugas multi-langkah, dan bekerja di berbagai aplikasi.

Counterpoint menyoroti OpenClaw sebagai kerangka sumber terbuka terkemuka di bidang ini. Karena kerangka ini tersedia secara terbuka, produsen ponsel tidak perlu lagi membangun sistem agen AI dari awal.