OpenAI secara resmi merilis keluarga model kecerdasan buatan GPT-5.6 yang terdiri dari tiga varian: GPT-5.6 Sol, GPT-5.6 Terra, dan GPT-5.6 Luna.

Bersamaan dengan itu, OpenAI juga memperkenalkan ChatGPT Work, sebuah pengalaman baru yang dirancang untuk penelitian, analisis, dan pembuatan dokumen panjang.

>>> Penampakan Pertama Galaxy Tab S12+ Bocor, Desain Mirip Pendahulu

Tiga Model untuk Kebutuhan Berbeda

GPT-5.6 Sol merupakan model unggulan yang difokuskan pada coding, pekerjaan pengetahuan, keamanan siber, penelitian ilmiah, dan tugas penalaran kompleks.

GPT-5.6 Terra dirancang sebagai model seimbang untuk tugas sehari-hari, sedangkan GPT-5.6 Luna menargetkan penggunaan yang lebih cepat dan lebih murah.

GPT-5.6 juga menghadirkan opsi penalaran tambahan untuk alur kerja kompleks.

Pengaturan max menyediakan waktu komputasi lebih untuk mengeksplorasi alternatif, menjalankan pemeriksaan, dan menyempurnakan respons.

Sementara itu, pengaturan ultra mengoordinasikan empat agen AI secara paralel secara default, memungkinkan mereka bekerja pada bagian berbeda dari suatu tugas secara bersamaan.

Pengembang juga dapat membangun alur kerja serupa menggunakan kemampuan multi-agen beta di Responses API.

Melalui Programmatic Tool Calling, GPT-5.6 dapat menulis dan mengeksekusi program ringan dalam memori yang mengoordinasikan alat, memproses hasil antara, memantau kemajuan, dan menentukan langkah selanjutnya selama alur kerja.

Menurut OpenAI, Programmatic Tool Calling mengurangi jumlah interaksi model yang diperlukan untuk tugas berbasis alat dan mendukung Zero Data Retention (ZDR).

Peningkatan Kinerja di Berbagai Bidang

OpenAI melaporkan peningkatan kinerja di berbagai evaluasi, termasuk coding, pekerjaan pengetahuan, tugas agen, keamanan siber, dan penelitian ilmiah.

Dalam evaluasi Agents' Last Exam, GPT-5.6 Sol mencapai skor 53,6, lebih tinggi 13,1 poin dibandingkan Claude Fable 5 dalam penalaran adaptif.