Divisi ponsel Samsung tengah menghadapi masa sulit. Bukan karena penjualan menurun, melainkan biaya komponen, terutama chip memori, yang melonjak drastis sehingga margin keuntungan terkikis.

Laporan Samsung Securities memperkirakan divisi mobile dan jaringan Samsung akan mencatat kerugian operasional sebesar 5,841 triliun won (sekitar US$3,85 miliar) pada 2026.

>>> Spider-Man Ikut Promosikan Galaxy Z Fold 8 yang Lebih Lebar

Angka tersebut diperkirakan membengkak menjadi 15,209 triliun won (US$10 miliar) pada 2027.

Kerugian ini bahkan lebih besar dari rekor kerugian divisi semikonduktor Samsung sebesar US$9,88 miliar pada 2023.

Pada 2028, kerugian operasional divisi ponsel diperkirakan mencapai 3,237 triliun won (US$2,1 miliar).

Total kerugian kumulatif 2026-2028 mencapai 24,287 triliun won atau lebih dari US$16 miliar.

Penyebab: Harga Chip Memori Meroket

Permintaan AI yang tak terbendung mendorong harga chip memori melonjak.

Pada kuartal I-2025, chip memori hanya menyumbang 14% biaya produksi ponsel, namun pada kuartal II-2026 porsinya melonjak menjadi 40%.

Situasi ini diperkirakan berlanjut karena pasokan chip memori diproyeksikan tetap ketat hingga 2028, sehingga harga berpotensi terus naik.

>>> Air Fryer Low Watt Terbaik Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Murah dan Hemat Listrik

Divisi ponsel Samsung memiliki sedikit opsi untuk mengatasi hal ini. Kenaikan harga jual ponsel terbatas karena berisiko menekan permintaan, apalagi siklus penggantian ponsel semakin panjang.

Divisi Chip Diuntungkan, Bonus Besar Picu Kecemburuan

Di sisi lain, divisi semikonduktor Samsung justru menuai keuntungan besar dari kenaikan harga chip.

Pada kuartal II tahun ini, Samsung Electronics mencatat pendapatan 171 triliun won (US$113,1 miliar) dan laba operasional US$59 miliar, didorong penjualan chip memori.

Divisi chip memberikan bonus sekitar US$26,6 miliar kepada karyawannya, dengan rata-rata US$339.000 per orang.

Hal ini memicu kecemburuan di divisi ponsel yang kesulitan meraih laba.

Meski divisi ponsel akan terus merugi, Samsung Electronics secara keseluruhan diprediksi tetap untung berkat bisnis chip.

>>> Orang Indonesia Hidup Lebih Lama, Kesiapan Finansial Masih Rendah

Divisi ponsel dipastikan tidak akan bangkrut, namun tiga tahun ke depan akan sangat berat.