Sejumlah negara Arab di Timur Tengah dipastikan aman dari serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat pekan ini.

Teheran meluncurkan serangan dengan drone dan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan operasi itu menargetkan infrastruktur militer AS.

>>> Studi Ungkap Durasi Tidur Ideal agar Tidak Alami Penuaan Dini

Serangan mencakup pangkalan AS di Bahrain serta rudal jarak jauh dan radar pendeteksi di Oman. IRGC sebelumnya juga menyerang pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, dan Yordania.

Negara-negara yang Aman

Arab Saudi aman karena menjalin kerja sama pertahanan erat dengan Pakistan. Kedua negara menandatangani Kesepakatan Imbal Balik Pertahanan Strategis (SMDA).

Pakistan bahkan mengerahkan jet tempur dan pesawat pendukung ke Saudi.

Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar mengatakan Islamabad memberi tahu Teheran soal pakta pertahanan itu untuk mencegah serangan.

Yaman juga tidak menjadi target Iran karena negara itu dikuasai milisi Houthi, sekutu Iran.

>>> Urutan Skincare Pagi yang Benar: Day Cream Dulu, Baru Sunscreen

Houthi kerap membantu Teheran, termasuk meluncurkan serangan ke kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel di Laut Merah.

Lebanon aman karena menjadi rumah bagi milisi Hizbullah, sekutu Iran. Negara itu terseret ke pusaran konflik AS-Iran sejak awal Maret, namun bukan sasaran Teheran.

Suriah di bawah pimpinan Ahmed Al Sharaa mengambil sikap netral dan strategis.

Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyelesaikan penarikan pasukan dan menyerahkan pangkalan terakhir kepada pemerintah transisi Suriah pada April 2026.

Irak juga bersikap netral dalam perang AS-Iran.

>>> Inggris Waspadai Kontroversi Wasit Jelang Lawan Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Pemerintah Irak menyatakan tidak mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan untuk menyerang Arab Saudi, negara GCC, atau negara lain di kawasan.