Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (13/7) pukul 16.45 waktu setempat.

Ini merupakan serangan malam ketiga berturut-turut yang dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump.

>>> Suami Lindsay Clancy Akan Bersaksi Membela Istrinya di Sidang

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut bertujuan meruntuhkan kemampuan Iran menyerang kapal sipil dan komersial di Selat Hormuz.

"Serangan ini akan terus menimbulkan biaya berat bagi pasukan Iran," demikian pernyataan CENTCOM di X, Selasa (14/7).

Trump sebelumnya mengumumkan akan meluncurkan serangan pada Senin malam.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menyerang mereka dengan keras besok," kata Trump kepada awak media, dikutip AFP.

>>> Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana

Presiden AS itu mengeklaim sebenarnya sudah mencapai kesepakatan dengan Iran dua hari lalu, namun Teheran ingin menegosiasikan terlebih dahulu.

"Ya, saya pikir kesepakatan itu mungkin," ucap Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan AS telah menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya.

Padahal, AS dan Iran sebelumnya telah meneken nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian serangan di seluruh front dan penghargaan kedaulatan masing-masing.

>>> Momen Lucu Bocah Maskot Bilang 'Te Amo' ke Messi di Piala Dunia 2026

Namun, AS tercatat melanggar kesepakatan tersebut dengan menggempur infrastruktur sipil. Langkah ini dinilai sebagai kejahatan perang.