Patrick Clancy, suami dari Lindsay Clancy, akan memberikan kesaksian untuk membela istrinya yang diadili atas pembunuhan tiga anak mereka.

Menurut salinan daftar saksi yang diperoleh People, Patrick Clancy akan naik ke kursi saksi untuk pihak pembela. Daftar saksi tersebut diajukan pada Senin, saat sidang praperadilan terakhir.

>>> Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana

Pengacara Lindsay diperkirakan akan mengajukan pembelaan tidak waras. Mereka berargumen bahwa ibu asal Massachusetts ini mengalami psikosis pascapersalinan saat diduga membunuh anak-anaknya dengan kejam.

Lindsay dituduh mencekik anak-anaknya, Cora (5), Dawson (3), dan Callan (8 bulan), dengan tali elastis latihan di rumah mereka di Duxbury.

Patrick disebut pulang setelah mengambil makanan dan menemukan Lindsay telah melompat dari jendela lantai dua. Lindsay lumpuh akibat lompatan tersebut.

Saat Patrick masuk ke dalam rumah, ia menemukan pemandangan mengerikan di ruang bawah tanah.

>>> Momen Lucu Bocah Maskot Bilang 'Te Amo' ke Messi di Piala Dunia 2026

Patrick sebelumnya mengajukan gugatan malpraktik terhadap penyedia layanan kesehatan istrinya. Ia mengklaim Lindsay diresepkan sembilan obat berbeda, termasuk Prozac, Ambien, Remeron, Klonopin, Seroquel, Valium, dan Lamictal.

Menurut People, Patrick menuduh istrinya mulai mendengar "suara laki-laki tunggal yang tidak dikenal" yang mengatakan "ini kesempatan terakhirmu" dan dia harus "membawa mereka" bersamanya.

Dalam halaman GoFundMe-nya yang telah mengumpulkan lebih dari $1 juta, Patrick mengatakan bahwa ia telah memaafkan Lindsay dan berharap orang lain melakukan hal yang sama.

>>> Amanda Batula dan West Wilson Tertangkap Kamera Bersama di Montana

Sidang Lindsay Clancy akan dimulai pada 20 Juli.