Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak miliknya menjadi sasaran rudal jelajah Iran di Selat Hormuz.

Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya.

>>> Truk Angkut Crane Nyangkut di JPO Tendean, Sopir Diduga Main HP

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah terkena dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz di perairan teritorial Oman.

Serangan itu memicu kebakaran di kedua kapal, namun api berhasil dipadamkan.

Korban tewas adalah seorang warga negara India. Empat dari delapan korban luka dilaporkan mengalami luka serius.

Eskalasi Ketegangan Setelah Serangan AS

Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran pekan ini.

>>> Kekalahan dari Inggris, Rekan Haaland Terima Ancaman Pembunuhan

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, dengan Iran membalas serangan AS dan menargetkan sejumlah negara Arab yang menjadi pangkalan militer AS.

Kementerian Pertahanan UEA mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan regional. UEA merupakan sekutu utama AS di kawasan Teluk.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lebih keras pekan ini untuk melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal sipil dan komersial.

>>> Prancis Berpeluang Samai Rekor Italia di Piala Dunia

Trump juga mengeklaim AS sebagai pelindung Selat Hormuz dan menuntut negara lain membayar biaya perlindungan.