Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Selat Hormuz.

Ia mengklaim AS akan menjadi 'malaikat pelindung' jalur pelayaran strategis itu dan menuntut negara-negara lain ikut membayar biaya perlindungan.

>>> Rekor Mbappe vs Unai Simon Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan AS kemungkinan akan mengambil alih operasi di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa negaranya harus mendapatkan penggantian biaya karena telah membahayakan rakyatnya.

"Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya, banyak uang.

Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah membahayakan rakyat kita," ujar Trump.

Trump juga menuduh Iran melanggar Nota Kesepahaman yang ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni lalu.

Ia mengancam akan menyerang Iran dengan keras dan menguasai Selat Hormuz jika kesepakatan tidak dipatuhi.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mempertahankan pengaruh AS atas selat yang dilalui 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.

>>> 7 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua ke Anak

Ia bahkan berpotensi mengenakan biaya tol jika negosiasi gencatan senjata gagal.

Blokade dan Respons Iran

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan AS telah kembali memberlakukan blokade terhadap Iran. Kapal atau pelanggan Iran akan dihentikan untuk masuk atau keluar dari wilayah tersebut.

Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS menambahkan bahwa blokade akan dimulai pada Selasa (14/7) pukul 20 GMT.

Iran berulang kali menolak pernyataan Trump.

Seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya memperingatkan AS dan sekutunya untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.

"Seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, kami tidak akan, dalam keadaan apa pun, mengizinkan AS untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz," tegas juru bicara tersebut.

>>> Aktivis Mahasiswa UIN Padang Diduga Dijemput Paksa, Kejati Buka Suara

Ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan merespons dengan tegas setiap gangguan terhadap jalur pelayaran komersial dan tanker minyak oleh militer AS.