Aktivis Mahasiswa UIN Padang Diduga Dijemput Paksa, Kejati Buka Suara
Seorang aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Fadil Ramadhan, diduga dijemput paksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat pada Minggu (12/7).
Penjemputan itu diduga terkait unjuk rasa Organisasi Kepemudaan (OKP) Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) wilayah Sumatera pada Jumat (10/7).
>>> IHSG Diprediksi Lanjut Menguat Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham
LBH Padang menyatakan kekhawatiran serius terhadap perlindungan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi sempat mendatangi kantor Kejati Sumbar untuk memastikan kondisi Fadil.
Kronologi Dugaan Penjemputan Paksa
Kepala Divisi Advokasi LBH Padang, Adrizal, mengatakan Fadil didatangi aparat Kejaksaan di kediamannya dan dibawa ke Kantor Kejati Sumbar pada Minggu sore.
Selama proses tersebut, mahasiswa dari berbagai organisasi mendatangi kantor Kejati Sumbar untuk mengawal proses yang berlangsung.
Adrizal menambahkan, sejumlah jurnalis juga mengalami keterbatasan akses informasi saat meliput.
Ia menilai dugaan penjemputan paksa ini berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM dan penyalahgunaan kewenangan.
LBH Padang mendesak Kejati Sumbar membuka secara transparan dasar hukum, tujuan, dan mekanisme pemanggilan Fadil.
Mereka juga meminta kejaksaan memastikan tidak ada lagi praktik intimidatif terhadap warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya.
Pengakuan Fadil: Merasa Terintimidasi
Fadil Ramadhan mengaku dibawa ke kantor Kejati Sumbar dalam kondisi tertekan. Orang tua, RT, dan lurah juga ikut dibawa.
>>> Suami di Semarang Pukul Selingkuhan Istri hingga Buta Permanen
Di kantor Kejati, ia dipertemukan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Dedie Tri Haryadi.
Fadil merasa terintimidasi sejak Kajati datang.
Ia dipaksa mengakui sebagai pelaku perusakan pagar kantor kejaksaan saat demo, mengaku dibayar, membuat surat pernyataan, dan video permintaan maaf.
Update Terbaru
Truk Tabrak JPO Tendean, Macet Mengular Hingga Kuningan-Warung Buncit
Selasa / 14-07-2026, 09:08 WIB
Deret Kemenangan Spanyol: Mengerikan, Prancis Patut Waspada
Selasa / 14-07-2026, 09:08 WIB
Durasi Avengers: Doomsday Terungkap, Lebih Panjang dari Infinity War
Selasa / 14-07-2026, 09:08 WIB
Apakah Parfum Dupe Itu Parfum KW? Ini Perbedaannya
Selasa / 14-07-2026, 09:08 WIB
Jokowi Disebut Marah karena Eks Jampidsus Febrie Merapat ke Prabowo
Selasa / 14-07-2026, 09:08 WIB
Mahfud MD Sebut Febrie Adriansyah Bisa Menang Praperadilan, KUHAP Tak Atur Pengalihan Penyidikan
Selasa / 14-07-2026, 09:07 WIB
Trump Akui AS Tak Pernah Serius Bernegosiasi dengan Iran, Sebut MoU Hanya Tes
Selasa / 14-07-2026, 09:07 WIB
Novel Baswedan: Korupsi Penegak Hukum Berjejaring, Kasus Zarof hingga Febrie
Selasa / 14-07-2026, 09:07 WIB
Warisan Barbie Hsu Picu Konflik, Terungkap Ada Krisis Keuangan
Selasa / 14-07-2026, 09:07 WIB
10 Merek Mobil China Terlaris Juni 2026: BYD Kokoh di Puncak, Jaecoo dan Geely Bersaing
Selasa / 14-07-2026, 09:07 WIB
Iran Kembali Tangkap Aktivis Lingkungan Houman Jokar dan Sepideh Kashani
Selasa / 14-07-2026, 09:03 WIB
AS Serang Iran, Umumkan Blokade Maritim dan Tarif Baru
Selasa / 14-07-2026, 09:03 WIB
Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253%, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis
Selasa / 14-07-2026, 09:03 WIB
BNI Beri Cashback hingga Rp15 Juta untuk Pembeli ORI030
Selasa / 14-07-2026, 09:00 WIB







