Kementerian Intelijen Iran kembali menangkap aktivis lingkungan Houman Jokar dan Sepideh Kashani di kediaman mereka pada 1 Juli 2025.

Hingga saat ini, keberadaan pasangan tersebut tidak diketahui karena otoritas tidak memberikan alasan penahanan.

>>> AS Serang Iran, Umumkan Blokade Maritim dan Tarif Baru

Mantan tahanan Evin, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, mengecam operasi yang menargetkan mantan teman satu selnya itu.

Pengacara Zaghari-Ratcliffe, Hojjat Kermani, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, saudara perempuan Kashani, Sima, juga ditangkap dan semua perangkat elektronik disita.

Kashani dan Jokar sebelumnya bekerja untuk Yayasan Warisan Satwa Liar Persia yang kini dibubarkan, fokus melindungi cheetah Asia yang terancam kritis.

Mereka dipenjara pada 2018 atas tuduhan spionase terkait kamera jebak satwa liar, vonis yang dikecam oleh ilmuwan internasional dan kementerian lingkungan Iran sendiri.

"Ini pasti tingkat penyiksaan yang berbeda," kata Nazanin Zaghari-Ratcliffe, warga negara ganda Inggris-Iran.

Zaghari-Ratcliffe menyatakan bahwa Kashani bukan orang politik dan sebelumnya menjalani dua tahun kurungan isolasi.

Pasangan itu tetap tinggal di Iran karena alasan keluarga, namun menghadapi pembatasan keuangan parah setelah dibebaskan.

"Jokar telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk merawat cheetah Asia yang terancam kritis di Iran. Pengetahuannya tentang kehidupan, kesejahteraan, dan habitat mereka luar biasa," ujar Zaghari-Ratcliffe.

Menurut Zaghari-Ratcliffe, pasangan itu hanya diizinkan melakukan dua panggilan telepon sejak penangkapan.

Ia mengungkapkan ketakutan pribadi yang mendalam mengenai kemungkinan dikirim kembali ke sel Iran.

>>> Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253%, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis

"Sepideh adalah orang yang luar biasa.

Setelah menjalani hukumannya—beberapa lainnya diampuni—dia tidak pernah meninggalkan Iran, tetapi tidak diizinkan kembali bekerja sehingga mereka menghabiskan tabungan," kata Zaghari-Ratcliffe.