Sebuah studi internasional terbaru mengungkapkan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek atau terlalu panjang dapat mempercepat penuaan biologis tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan oleh tim dari Columbia University ini menganalisis data hampir 500.000 peserta dari UK Biobank.

>>> Urutan Skincare Pagi yang Benar: Day Cream Dulu, Baru Sunscreen

Para peneliti menggunakan teknologi jam penuaan biologis berbasis machine learning untuk mengukur dampak tidur terhadap organ seperti otak, jantung, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh.

Hasilnya menunjukkan bahwa tidur kurang dari enam jam atau lebih dari delapan jam per malam berkaitan dengan penuaan yang lebih cepat di hampir setiap organ.

Dampak Kurang Tidur dan Kelebihan Tidur

Kurang tidur secara signifikan dikaitkan dengan gangguan otak seperti depresi dan kecemasan, serta penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, asma, dan masalah pencernaan.

Sementara itu, tidur terlalu lama juga dikaitkan dengan masalah kesehatan, meskipun peneliti menduga hal itu mungkin mencerminkan penyakit yang mendasarinya.

>>> Inggris Waspadai Kontroversi Wasit Jelang Lawan Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Junhao Wen, penulis utama studi dan asisten profesor radiologi di Columbia University, mengatakan bahwa tidur penting untuk menjaga kesehatan organ dan keseimbangan metabolisme serta sistem kekebalan tubuh.

Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa studi ini bersifat korelatif, sehingga belum dapat dipastikan apakah durasi tidur langsung menyebabkan penuaan atau kondisi kesehatan yang buruk memengaruhi pola tidur.

Data durasi tidur juga didasarkan pada laporan mandiri peserta, yang berpotensi kurang akurat dibandingkan pengukuran di laboratorium.

>>> Mahfud MD Pertanyakan Sikap Jaksa Agung soal Kasus Eks Jampidsus

Tim peneliti menyerukan studi lanjutan dengan alat ukur tidur yang lebih presisi dan melibatkan populasi yang lebih beragam secara etnis dan geografis.