Ketegangan yang menyelimuti lingkungan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya mereda setelah pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku yang diduga kuat berada di balik aksi teror bom di sekolah tersebut. Dalam pengembangan kasus yang berjalan cepat, terungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku merupakan salah satu orang tua dari siswa yang bersekolah di institusi pendidikan tersebut.
 
Kasus yang sempat mengguncang ketenangan dunia pendidikan di Jakarta Selatan ini kini memasuki tahap pemeriksaan mendalam. Kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pendekatan psikologis untuk mengungkap motif tersembunyi di balik aksi nekat tersebut.
 

Profil Pelaku dan Rencana Tes Kejiwaan Mendalam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku teror bom berinisial MY, seorang warga berusia 24 tahun. Usia yang relatif muda ini menjadi perhatian khusus bagi penyidik, mengingat aksi yang dilakukan memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi banyak pihak, terutama anak-anak.
 
Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, secara resmi mengonfirmasi bahwa MY akan segera menjalani serangkaian tes kejiwaan. Langkah ini diambil sebagai prosedur standar untuk memetakan kondisi mental pelaku, memahami motif yang melatarbelakangi aksinya, serta menentukan pertanggungjawaban hukum yang tepat.
 
"Iya betul, kami akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku untuk mendalami motif dan kondisi psikologisnya," ungkap Ipda Alpino De Tech kepada awak media di Mapolres Metro Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa (14/7/2026).
 
Pendekatan holistik ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani kasus yang sensitif, di mana aspek kesehatan mental menjadi variabel penting dalam proses peradilan.