Trauma Healing untuk Siswa: Pemulihan Psikologis Jadi Fokus Utama

Di balik amanatnya fisik, dampak psikologis dari ancaman teror bom terhadap anak-anak usia sekolah tidak bisa diabaikan. Goncangan emosional akibat situasi tegang seperti ini berpotensi meninggalkan jejak trauma jika tidak segera ditangani.
 
Menyadari hal tersebut, Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Direktorat Pencegahan dan Penanganan Konflik (PPO) Polda Metro Jaya akan turun langsung ke lapangan. Tim profesional ini dijadwalkan hadir ke SDN Srengseng Sawah 15 untuk melakukan program trauma healing atau pemulihan psikologis bagi para siswa.
 
"Besok, tim dari Direktorat PPA-PPO akan hadir ke sekolah untuk melakukan trauma healing terhadap anak-anak kita. Ini penting untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan mereka dalam belajar," pungkas Ipda Alpino.
 
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, mengingat pentingnya menjaga kesehatan mental generasi penerus bangsa pasca-insiden yang mengkhawatirkan.
 
Polisi mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memberikan update perkembangan kasus ini secara berkala, sembari menjamin bahwa keamanan lingkungan pendidikan di Jakarta Selatan tetap menjadi prioritas utama. (*)