Terduga Pelaku Teror Bom SD di Jagakarsa Ternyata Wali Murid

Pelaku pengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ternyata merupakan orang tua dari salah satu siswa di sekolah tersebut.
Fakta itu terungkap setelah polisi menangkap MY (34) beberapa jam setelah pesan ancaman dikirim melalui WhatsApp pada Senin (13/7).
>>> Jotunnslayer: Hordes of Hel Dikonfirmasi Hadir di Nintendo Switch 2
"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).
MY bahkan sempat mendatangi sekolah untuk menjemput anaknya setelah mengirimkan ancaman. Saat itu, pihak sekolah telah membubarkan kegiatan belajar dan memulangkan seluruh siswa menyusul laporan adanya teror bom.
"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuhnya.
Motif Masih Didalami
Dalam pemeriksaan awal, MY mengaku mengirimkan pesan ancaman hanya karena iseng.
Namun, penyidik belum langsung menerima pengakuan tersebut dan masih mendalami motif sebenarnya, termasuk kemungkinan ada faktor lain di balik aksi itu.
Ancaman bom dikirim ketika siswa dan guru tengah mengikuti upacara pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror kemudian menyisir seluruh area sekolah. Hasilnya, tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan.
>>> Podcast On Purpose Jay Shetty Hadir di Netflix dengan Tamu Selebriti
Polisi juga akan memeriksa kondisi kejiwaan MY sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Betul (dicek kejiwaan pelaku)," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech kepada wartawan di Mapolres Metro Jaksel.
Menurut Alpino, penyidik akan melibatkan psikologi forensik serta menerapkan metode scientific crime investigation (SCI) untuk mengungkap motif dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
"Untuk mengungkap dan menggali secara komprehensif motif maupun keterlibatan pelaku.
Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik, serta pendekatan ilmiah lainnya," jelasnya.
Hingga kini, MY masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan dan status hukumnya masih sebagai saksi.
>>> AS Debutkan Drone Laut Serang Sekali Pakai dalam Serangan ke Iran
Penyidik masih mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Update Terbaru
Bryce Harper Bantah Terlibat Promosi Judi FanDuel, Klaim Video Cameo Disalahgunakan
Selasa / 14-07-2026, 01:07 WIB
Pat McAfee Puji Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Bantah Kritik
Selasa / 14-07-2026, 01:07 WIB
TMZ Ajak Penonton Masuk ke Ruang Redaksi Lewat Siaran Langsung
Selasa / 14-07-2026, 01:07 WIB
Hunter Biden dan Nick Fuentes Bertemu, Diskusi Hampir Berujung Adu Jotos
Selasa / 14-07-2026, 01:04 WIB
Denis Kolinger Ungkap Alasan Pilih Persija, Marko Simic Jadi Faktor
Selasa / 14-07-2026, 01:03 WIB
Pape Thiaw Dipecat setelah Senegal Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 01:03 WIB
Stigma 'Kacamata Mesum' Bikin Pemiliknya Takut Pakai di Tempat Umum
Selasa / 14-07-2026, 01:01 WIB
Larian Studios Tawarkan Kode Baldur's Gate 3 ke Gerard Way My Chemical Romance
Selasa / 14-07-2026, 01:01 WIB
PlayStation Ditinggalkan Pasar Game Fisik Rp6,5 Triliun, Asosiasi Ritel Inggris Kritik
Selasa / 14-07-2026, 01:01 WIB
Hakim Florida Kecam Gugatan Trump ke IRS sebagai Manipulasi
Selasa / 14-07-2026, 01:00 WIB
7 Game Paling Cuan untuk Mendapatkan Saldo DANA di Tahun 2026
Selasa / 14-07-2026, 01:00 WIB
Wabah Parasit Cyclosporiasis di Michigan dan Ohio, Lebih dari 3.000 Orang Sakit
Selasa / 14-07-2026, 00:57 WIB
BANANA FISH Hadir di Netflix AS Agustus dengan Dub Inggris dan Prancis Baru
Selasa / 14-07-2026, 00:57 WIB
Ahli Hukum Soroti Kejanggalan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Selasa / 14-07-2026, 00:57 WIB







