Asosiasi Ritel Hiburan Inggris (ERA) bergabung dengan daftar panjang kritikus PlayStation setelah perusahaan itu mengumumkan akan menghentikan produksi cakram game fisik pada 2028.

ERA mewakili peritel besar seperti Amazon dan Sainsbury's. Mereka tidak percaya PlayStation rela meninggalkan pasar yang masih menggiurkan.

>>> Hakim Florida Kecam Gugatan Trump ke IRS sebagai Manipulasi

"Data konsumen ERA menunjukkan 25% anak di bawah 25 tahun masih menggunakan cakram untuk bermain game.

Total pasar game berbasis cakram di Inggris bernilai lebih dari £300 juta (sekitar $402 juta) pada 2025," kata CEO ERA Kim Bayley, seperti dilaporkan The Game Business.

"Industri seharusnya merangkul semua cara sah konsumen ingin membeli game, bukan mempersempit pilihan mereka," tambah Bayley.

Bayley sependapat dengan staf penulis GamesRadar+ Dustin Bailey yang baru-baru ini menyoroti masalah preservasi game.

>>> 7 Game Paling Cuan untuk Mendapatkan Saldo DANA di Tahun 2026

Bailey mengatakan bahwa konsol lama seperti NES masih berfungsi setelah puluhan tahun, tetapi game digital bisa hilang kapan saja jika server dimatikan.

"Cakram bisa dibagikan ke keluarga, diperdagangkan, dikoleksi, diawetkan, dan yang terpenting, masih bisa dimainkan bertahun-tahun kemudian. Lisensi unduhan seringkali tidak memberikan kebebasan itu," ujar Bayley.

"Menghilangkan cakram bukanlah kemajuan. Itu hanya menghilangkan pilihan.

Itu buruk bagi gamer, buruk bagi peritel, dan pada akhirnya buruk bagi kesehatan jangka panjang serta pelestarian industri game kita," tegasnya.

>>> Wabah Parasit Cyclosporiasis di Michigan dan Ohio, Lebih dari 3.000 Orang Sakit

Mantan bos PlayStation sebelumnya juga mengakui bahwa industri kehilangan banyak variasi game karena biaya produksi yang terus meningkat.