Keputusan Sony untuk menghentikan produksi cakram game PlayStation pada 2028 menuai reaksi luas. Tidak hanya dari pemain, tetapi juga dari legislator dan organisasi konsumen di berbagai negara.

Legislator Meksiko, Iraís Reyes dan Luis Donaldo Colosio, berencana mengajukan keluhan ke Komisi Antitrust Nasional Meksiko. Langkah ini masih bersifat sipil dan belum mengarah pada legislasi formal.

>>> Wasit Belanda Rob Dieperink Meninggal Dunia di Usia 38 Tahun

Colosio menegaskan bahwa konsumen akan berhenti benar-benar memiliki game video mereka. Dengan distribusi digital, pembeli hanya mendapatkan lisensi yang aksesnya bergantung pada ketentuan perusahaan.

Ia juga menyoroti ketidakmerataan akses internet di Meksiko sebagai hambatan bagi model digital murni. Reyes menambahkan bahwa Sony akan menjadi wasit sekaligus pemain di ekosistemnya sendiri.

Kekhawatiran Hak Konsumen di Belanda

Di Belanda, organisasi konsumen Stichting Massaschade & Consument menyatakan bahwa akhir dari cakram fisik menghilangkan pasar sekunder. Tidak ada lagi alternatif selain PlayStation Store.

>>> Tom Segura dan Christina Pazsitzky Berpisah Setelah 18 Tahun Menikah

Organisasi itu menegaskan bahwa Sony akan menentukan harga dan durasi penggunaan game. Mereka menyebut harga tidak akan pernah adil jika pembeli tidak memiliki kepemilikan dan tidak punya alternatif.

Stichting Massaschade & Consument telah lama menjalankan kampanye Fair PlayStation. Mereka menuntut perubahan hukum terkait kepemilikan digital.

Kelompok seperti Stop Killing Games juga mendorong perubahan serupa. Meskipun upaya ini masih bersifat lokal, gelombang perlawanan meluas ke luar komunitas game.

>>> DPR AS Akan Voting RUU Waktu Musim Panas Permanen

Hideo Kojima pun angkat bicara. Ia memperingatkan bahwa apa yang terjadi pada game pada 2028 juga bisa menimpa film.