Film Fiksi Ilmiah 'The Fin' Angkat Diskriminasi di Korea Bersatu
Film fiksi ilmiah dystopian terbaru berjudul "The Fin" menghadirkan gambaran suram tentang Semenanjung Korea pasca-penyatuan yang dilanda keruntuhan lingkungan.
Disutradarai oleh Park Sye-young, film ini mengikuti perjuangan kelompok Omega, yaitu mutan bersirip dan berkaki tiga yang menghadapi diskriminasi berat serta eksploitasi tenaga kerja oleh populasi manusia.
>>> Lycoris Recoil Rayakan 4 Tahun dengan Visual Baru Chisato dan Takina
Park mengungkapkan bahwa inspirasi film ini berasal dari refleksinya terhadap diskriminasi historis dan isu sosial modern.
"Saya mendapatkan ide tentang Omega saat memikirkan bagaimana orang-orang terpinggirkan di masyarakat Korea menghadapi diskriminasi dan bagaimana mereka diubah oleh propaganda pemerintah serta pencucian citra," kata Park dalam konferensi pers, Jumat.
Ia menambahkan, "Ini adalah proyek yang menantang, di mana tim kecil mengerahkan segalanya selama empat tahun, dan saya pikir upaya serta keringat intens itu dapat dirasakan dalam film."
Film ini berpusat pada seorang Omega tanpa nama (diperankan Goh Woo) yang melarikan diri dari tugas kerja paksa di Koloni Timur 114, menarik perhatian Su-jin (Kim Pu-reum), seorang pejabat pemerintah yang bertugas melacak individu abnormal.
Pengejaran itu berujung pada sebuah pusat pemancingan dalam ruangan, di mana mereka bertemu dengan seorang karyawan misterius bernama Mia (Yeon Ye-ji) yang menyimpan rahasia penting.
Para aktor mengaku tertarik pada visi unik dan gelap film ini.
>>> BANANA FISH Hadir di Netflix AS Agustus dengan Dub Inggris dan Prancis Baru
Goh Woo berkata, "Pandangan dunia film ini sangat menarik dan memberi saya kesempatan untuk mendalami spesies selain manusia."
Kim Pu-reum, yang memerankan birokrat muda yang bertekad, menggambarkan karakternya sebagai sosok kompleks yang terjebak antara tugas dan moralitas.
Park memilih untuk tidak menciptakan dunia yang bersih dan berkilau bagi karakternya, melainkan fokus pada versi masa depan Seoul yang kasar dan dystopian.
Ia menghabiskan sekitar empat tahun mengedit film agar tampak gelap dan berat, menggunakan perasaan kesepian era pandemi sebagai inspirasi.
Film ini telah meraih pengakuan internasional, melakukan pemutaran perdana dunia di bagian Filmmakers of the Present pada Festival Film Locarno ke-78 tahun lalu, serta mengamankan distribusi di Prancis dan Amerika Utara.
>>> Anime Tetsuryo Meet With Tetsudou Musume Rilis Visual dan Trailer Baru, Tayang Oktober 2026
"The Fin" dijadwalkan tayang di bioskop lokal pada 22 Juli.
Update Terbaru
Suami Lindsay Clancy Akan Bersaksi Membela Istrinya di Sidang
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Momen Lucu Bocah Maskot Bilang 'Te Amo' ke Messi di Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Amanda Batula dan West Wilson Tertangkap Kamera Bersama di Montana
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Tommy Tuberville Dukung Ancaman Trump Bom Iran
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Menebak Taktik Inggris Hentikan Lionel Messi: Risiko Man to Man Marking
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Diet 6.000 Kalori ala Erling Haaland, Berbahaya Jika Ditiru Orang Biasa
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Isak Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran Lombok Minta Atensi Prabowo
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Rudal Iran Hantam Dua Tanker Minyak UEA di Selat Hormuz, Satu Tewas
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Truk Angkut Crane Nyangkut di JPO Tendean, Sopir Diduga Main HP
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Kekalahan dari Inggris, Rekan Haaland Terima Ancaman Pembunuhan
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Prancis Berpeluang Samai Rekor Italia di Piala Dunia
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Aroma El Clasico di Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Ford dan Unifor Capai Kesepakatan Sementara, Menanti Persetujuan Anggota
Selasa / 14-07-2026, 08:14 WIB







