Analis industri game Daniel Ahmad angkat bicara setelah pernyataannya tentang penghentian produksi disk fisik PlayStation menjadi viral.

Ia menegaskan bahwa maksudnya bukan untuk meremehkan kepedulian gamer terhadap media fisik.

>>> Parasit Cyclospora Menginfeksi Ratusan Orang di Amerika Serikat

Dalam unggahan di Bluesky, Ahmad menjelaskan bahwa perbandingannya dengan penghapusan CD drive di laptop Apple adalah dalam konteks game PC yang sudah sepenuhnya digital.

"Bukan berarti saya memuji Sony, melainkan menunjukkan bahwa PC sudah 100% digital dan hampir tidak ada yang merindukan game fisik PC," ujarnya.

Ahmad mengakui bahwa ia sendiri masih mengoleksi game fisik konsol.

Namun, ia menilai bahwa era game fisik PC sudah lama berlalu karena berbagai faktor, seperti minimnya drive disk di komputer modern dan besarnya jumlah disk yang dibutuhkan untuk instalasi.

Fokus pada Hak Konsumen Digital

Poin utama yang ingin disampaikan Ahmad adalah perlunya pergeseran fokus dari perdebatan fisik versus digital ke hak konsumen.

>>> Jordan Walker Ikuti MLB Home Run Derby dengan Custom Bat Iron Man

"Percakapan harus beralih ke hak konsumen dan apa yang seharusnya dimungkinkan oleh lisensi," tegasnya.

Ia menyoroti aspek seperti gifting, family sharing, refund, dan inisiatif Stop Killing Games sebagai hal yang sama pentingnya.

Saat ini, platform seperti Steam sudah menawarkan fitur-fitur tersebut karena adanya persaingan, namun belum ada jaminan hukum.

Ahmad mengingatkan bahwa belum diketahui seperti apa PlayStation Store nantinya jika produksi disk benar-benar dihentikan.

Namun, sejauh ini tidak ada konsol yang menyediakan toko digital setara dengan PC dalam hal hak konsumen.

>>> Manajer Umumkan Pitcher Starter untuk MLB All-Star Game

Ia pun mendorong agar konsumen mulai memperjuangkan hak kepemilikan yang lebih kuat atas barang digital. "Kita perlu mendorong hak kepemilikan yang lebih kuat untuk barang digital kita," pungkasnya.