Jadwal peluncuran konsol generasi terbaru Sony, PlayStation 6 (PS6), dilaporkan mundur dari perkiraan awal 2027 menjadi kemungkinan 2028 atau bahkan lebih lambat.

Jika benar terjadi, penundaan ini akan menyimpang dari pola siklus rilis konsol Sony yang selama ini konsisten setiap tujuh tahun sekali.

>>> Honda Kuasai 77 Persen Penjualan Motor Semester I 2026

Faktor utama yang disebut menjadi penyebab mundurnya jadwal adalah kelangkaan global memori berkecepatan tinggi atau high-bandwidth memory, komponen krusial untuk sistem gaming generasi mendatang.

Kelangkaan chip memori ini dipicu tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data, yang bersaing memperebutkan pasokan komponen yang sama dengan industri konsol game.

Dikutip dari laporan Geeky Gadgets pada Senin (13/7), kelangkaan ini berpotensi mendorong naik biaya produksi PS6 dan memaksa Sony mengkompromikan sejumlah spesifikasi perangkat keras, termasuk kemungkinan pengurangan kapasitas RAM pada konsol.

Persaingan dari Perangkat Premium

Laporan ini turut menyoroti tekanan persaingan dari sejumlah perangkat gaming kelas atas yang mulai masuk pasar, seperti Steam Machine besutan Valve yang dibanderol mulai US$1.049, serta Project Helix dari Microsoft, perangkat hybrid PC-konsol yang dipatok di atas US$1.000.

Sebagai respons, Sony disebut akan mengambil strategi harga yang lebih terjangkau untuk PS6, dengan perkiraan banderol sekitar US$750 yang berarti lebih murah dibanding para pesaingnya.

>>> Komisi III Audiensi Kasus Pembakaran Santri di Lombok

Lini Produk yang Lebih Luas

Selain konsol flagship PS6, laporan tersebut menyebut Sony berencana memperluas jajaran produknya dengan dua opsi tambahan.

Pertama, perangkat handheld bernama Project Canas untuk pengalaman gaming portabel.

Kedua, varian PS6 versi lebih terjangkau dengan kisaran harga US$350 hingga US$500, menyasar segmen gamer dengan bujet terbatas.

Laporan ini turut menyebut Sony berencana menghentikan dukungan disk fisik mulai 2028 dan beralih penuh ke ekosistem digital, sejalan dengan tren industri yang bergerak menjauh dari media fisik.

>>> Rooney Senang Inggris Jumpa Argentina: Swiss Bisa Lebih Merepotkan

Soal strategi harga jangka panjang, Sony disebut berpotensi menjual konsol dengan margin tipis atau bahkan merugi, lalu menutup keuntungan lewat penjualan game, layanan langganan, dan konten digital—model bisnis yang lazim diterapkan produsen konsol.