Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa risiko kanker semakin nyata di tengah masyarakat.

Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC), satu dari lima orang di dunia diperkirakan akan mengalami kanker selama hidupnya.

>>> Kapolri dan Jaksa Agung Jabat Tangan, Bantah Ada Perpecahan

WHO juga menyebut sekitar 92 persen populasi dunia akan terdampak kanker, baik karena mengidap langsung maupun memiliki keluarga atau teman yang mengalaminya.

Angka ini menunjukkan kanker bukan lagi masalah segelintir orang, melainkan krisis kesehatan global.

Kanker Paru Pembunuh Nomor Satu

Laporan GLOBOCAN mencatat ada sekitar 20,6 juta kasus kanker baru dan 9,8 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada 2024.

Artinya, hampir 10 juta orang meninggal karena penyakit ini hanya dalam satu tahun.

Para peneliti memproyeksikan kasus kanker global mencapai 34,4 juta pada 2050, melonjak sekitar 67 persen dibandingkan 2024.

Menurut WHO, kenaikan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan dan penuaan populasi serta meningkatnya paparan faktor risiko.

Kanker paru masih menjadi jenis kanker yang paling banyak didiagnosis sekaligus penyebab kematian tertinggi.

Data GLOBOCAN 2024 menunjukkan kanker paru mencapai 2,6 juta kasus baru (12,8 persen), diikuti kanker payudara (11,8 persen), kolorektal (9,9 persen), prostat (7,5 persen), dan lambung (4,8 persen).

Kanker paru juga menyebabkan sekitar 1,9 juta kematian, atau hampir satu dari lima kematian akibat kanker di dunia.

Kesenjangan Akses Pengobatan

WHO menyoroti ketimpangan akses layanan kanker antarnegara.

>>> 18 Kematian Tersedih di One Piece yang Masih Membuat Fans Bersedih

Di negara berpendapatan tinggi, sekitar 85 persen pasien kanker payudara dan kanker anak dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosis.