DJP Gandeng Pertamina Bangun Sistem Pajak Transparan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk membangun sistem perpajakan yang lebih transparan.
Kerja sama ini dilakukan melalui penerapan cooperative compliance model yang memungkinkan integrasi data transaksi antara DJP dan Pertamina.
>>> Cara Efektif Dapat Saldo Dana dari Game Susun Buah Tanpa Iklan di 2026
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan langkah ini merupakan awal menuju sistem perpajakan modern berbasis kepercayaan.
"Ini merupakan mimpi yang sudah lama kita rajut bersama, mimpi evolusi pertama dari sistem modern perpajakan yang berbasis trust," ujar Bimo dalam konferensi pers, Senin (13/7).
Ia menambahkan model ini diharapkan menjadi contoh bagi BUMN lain hingga perusahaan swasta.
Skema serupa juga direncanakan untuk PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sebelum diperluas ke perusahaan swasta termasuk multinasional yang telah menerapkan model serupa di negara OECD.
Bimo menjelaskan tujuan utama sistem ini bukan semata-mata meningkatkan penerimaan negara, melainkan memastikan tidak ada transaksi bisnis yang luput dari pemantauan otoritas pajak.
>>> Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
"Intinya adalah tidak ada lagi sudden surprise, apabila ternyata ada transaksi akibat investasi atau pengembangan bisnis yang tidak diketahui oleh DJP," jelasnya.
Sistem ini menghubungkan data transaksi dan chart of account perusahaan secara langsung dengan sistem DJP melalui mekanisme interoperabilitas data.
Dengan demikian, pengawasan bergeser dari penegakan hukum menjadi kepatuhan yang bersifat kooperatif.
Bimo menegaskan implementasi ini sudah berjalan melalui integrasi teknologi, bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman.
"Ini bukan MoU, bukan sesuatu yang baru direncanakan.
>>> John Herdman Kecewa Klub Luar Negeri Tolak Lepas Pemain untuk TC Timnas
Ini adalah implementasi per hari ini, bahwa sekarang Pertamina dan Dirjen Pajak memiliki hubungan secara teknologi terkait transaksi perpajakan," pungkasnya.
Update Terbaru
Mantan Kepala PlayStation: Xbox Harus Pilih Jadi Penerbit atau Platform dengan Eksklusif
Senin / 13-07-2026, 20:13 WIB
Film Gettysburg Tetap Populer di Kalangan Penggemar Puluhan Tahun Setelah Rilis
Senin / 13-07-2026, 20:13 WIB
Kevin Feige Isyaratkan Yelena Muncul di Spider-Man: Brand New Day
Senin / 13-07-2026, 20:08 WIB
Dak Prescott Tetap Jadi Starter Utama Dallas Cowboys Musim 2026
Senin / 13-07-2026, 20:08 WIB
Tiga Orang Hilang Setelah Ponton Terbalik di Danau Pepin
Senin / 13-07-2026, 20:08 WIB
Jawaban Puzzle Connections NYT 13 Juli 2026: Kucing Fiksi hingga Kata Interogasi
Senin / 13-07-2026, 20:08 WIB
Caleb Williams Masuki Tahun Kedua dengan Dukungan Pemain Elite dan Fokus Teknis
Senin / 13-07-2026, 20:07 WIB
Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Senin / 13-07-2026, 20:07 WIB
Tekan Gejolak Harga, Kementan Siapkan Sentra Cabai 135 Ha di Papua
Senin / 13-07-2026, 20:07 WIB
Trump dan NATO: Kritik yang Tak Sepenuhnya Salah
Senin / 13-07-2026, 20:03 WIB
Presiden FIFA Buka Suara soal Trump Hadir di Final Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 20:03 WIB
Awas, 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Saraf Kejepit
Senin / 13-07-2026, 20:03 WIB
Aktor 'Jurassic Park' Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun
Senin / 13-07-2026, 20:01 WIB
Reuni di Fortuna Sittard, Ole Romeny Tak Sabar Satu Lapangan dengan Justin Hubner
Senin / 13-07-2026, 20:01 WIB







