Universitas Prasetiya Mulya bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia meluncurkan Danamon Prasmul EduWealth (DPEW).

Ekosistem ini dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan pendidikan anak secara lebih terencana, berkelanjutan, dan terlindungi.

>>> Pemerintah Matangkan Formasi CPNS 2026, BKN Hitung Kebutuhan Riil

Peluncuran DPEW digelar di Auditorium Harry-Jusuf, Kampus BSD City Universitas Prasetiya Mulya, dan dihadiri oleh orang tua, kepala sekolah, guru BK, komunitas pendidikan, praktisi industri, serta pimpinan ketiga institusi.

Perencanaan Pendidikan yang Lebih Komprehensif

Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, mengatakan bahwa investasi terbaik bagi anak adalah pendidikan berkualitas yang direncanakan dengan baik.

“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memilih universitas terbaik, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan meraih potensi terbaiknya,” ujarnya.

Melalui DPEW, ia berharap keputusan pendidikan tidak lagi dibatasi oleh kesiapan finansial semata.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting karena tantangan pendidikan masa depan terus berkembang.

Mendorong Disiplin Perencanaan Keuangan Pendidikan

Biaya pendidikan rata-rata mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Data BPS menunjukkan rata-rata biaya pendidikan SMA naik dari sekitar Rp4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp10,2 juta pada 2024, atau meningkat 56%.

>>> Kenaikan Harga Obat Semakin Membebani Masyarakat, Penyakit Ringan Juga Jadi Beban

Sementara itu, biaya pendidikan tinggi sempat menurun namun kembali naik menjadi sekitar Rp19 juta pada 2024.

Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, menekankan pentingnya perencanaan keuangan pendidikan sejak dini.

“Melalui Danamon Prasmul EduWealth, kami ingin membantu nasabah mempersiapkan dana pendidikan secara bertahap dan terencana dengan solusi keuangan holistik,” ujarnya.