Misbakhun: Disiplin Fiskal Kunci Pertahankan Kepercayaan S&P
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan outlook stabil.
Menurut Misbakhun, afirmasi ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap dipercaya di tengah ketidakpastian global. Ia menilai keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa kebijakan ekonomi pemerintah masih kredibel.
>>> Semifinal Piala Dunia 2026: Empat Negara Bertabur Gelar
"Keputusan S&P ini kabar baik. Indonesia tetap dipercaya, dan ini menunjukkan bahwa disiplin fiskal serta ketahanan ekonomi kita masih diapresiasi.
Kepercayaan ini harus dijaga dan diperkuat," ujar Misbakhun dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).
Misbakhun menjelaskan penilaian S&P didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi, tingkat utang yang terkendali, ketahanan perbankan, serta komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap PDB.
Ia mendorong pemerintah menjaga kredibilitas APBN melalui penguatan penerimaan negara dan peningkatan kualitas belanja. Pengelolaan utang juga harus hati-hati agar ruang fiskal tetap sehat.
"Defisit bisa menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan, sepanjang kualitas fiskalnya dijaga. Belanja negara harus selektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi sektor riil," kata Misbakhun.
>>> Iran Gempur Sejumlah Negara Arab, Saudi Jadi Pengecualian
Ia menambahkan catatan S&P mengenai tekanan fiskal dan eksternal perlu dijadikan masukan konstruktif.
Tantangan seperti stabilitas rupiah, beban bunga utang, dan tekanan harga energi harus dijawab dengan koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan otoritas terkait.
Misbakhun menekankan kepercayaan S&P harus dijaga melalui kelanjutan reformasi ekonomi. Hilirisasi, perbaikan tata kelola sumber daya alam, dan penguatan basis penerimaan negara perlu terus dilanjutkan.
"Target kita bukan sekadar mempertahankan investment grade. Yang harus kita bangun adalah fondasi ekonomi yang makin kuat agar Indonesia bisa naik kelas.
>>> Pengirim Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah Ditangkap, Motif Iseng
Kepercayaan S&P ini perlu dijawab dengan disiplin fiskal, rupiah yang stabil, dan belanja negara yang menggerakkan sektor riil," pungkasnya.
Update Terbaru
Suami Lindsay Clancy Akan Bersaksi Membela Istrinya di Sidang
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Momen Lucu Bocah Maskot Bilang 'Te Amo' ke Messi di Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 08:23 WIB
Amanda Batula dan West Wilson Tertangkap Kamera Bersama di Montana
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Tommy Tuberville Dukung Ancaman Trump Bom Iran
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Menebak Taktik Inggris Hentikan Lionel Messi: Risiko Man to Man Marking
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Diet 6.000 Kalori ala Erling Haaland, Berbahaya Jika Ditiru Orang Biasa
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Isak Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran Lombok Minta Atensi Prabowo
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Rudal Iran Hantam Dua Tanker Minyak UEA di Selat Hormuz, Satu Tewas
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Truk Angkut Crane Nyangkut di JPO Tendean, Sopir Diduga Main HP
Selasa / 14-07-2026, 08:21 WIB
Kekalahan dari Inggris, Rekan Haaland Terima Ancaman Pembunuhan
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Prancis Berpeluang Samai Rekor Italia di Piala Dunia
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Aroma El Clasico di Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 08:18 WIB
Ford dan Unifor Capai Kesepakatan Sementara, Menanti Persetujuan Anggota
Selasa / 14-07-2026, 08:14 WIB







