Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali menegaskan peringkat utang Indonesia pada level investment grade.

Sovereign credit rating jangka panjang tetap di BBB, sementara jangka pendek di A-2, dengan outlook stabil.

>>> MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap 4 Gelombang Mulai 14 Juli

Keputusan ini diumumkan melalui publikasi Research Update bertajuk "Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable" pada Senin (13/7).

Afirmasi ini menjadi pengakuan atas ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas, dan pengetatan kondisi keuangan dunia.

Faktor Pendukung Peringkat

S&P menilai peringkat Indonesia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang prudent, serta beban utang eksternal neto dan utang pemerintah yang relatif ringan dibandingkan negara peers.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik afirmasi ini. Menurutnya, hal ini menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap arah kebijakan pemerintah.

"Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah," ujar Airlangga.

Ia menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5%, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3% PDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

S&P memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Proyeksi pertumbuhan riil mencapai 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% pada periode 2026-2029.

Capaian pertumbuhan 5,6% (yoy) pada Triwulan I-2026 menjadi katalis positif, didorong oleh belanja pemerintah dan percepatan pencairan anggaran.

PDB per kapita Indonesia diperkirakan berada di kisaran USD5.200 pada 2026.