S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil
Disiplin Fiskal dan Penerimaan Negara
Salah satu jangkar utama outlook stabil adalah komitmen pemerintah menjaga batas defisit anggaran di bawah 3% PDB sesuai Undang-Undang.
S&P memandang rekam jejak kepatuhan terhadap deficit ceiling ini sebagai penopang penting kelayakan kredit Indonesia.
>>> Bobby Nasution Mulai Berkantor di Nias 3 Bulan, Bergantian dengan Wagub
Kinerja penerimaan negara juga positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19% pada lima bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan ini didorong oleh pulihnya administrasi perpajakan, kenaikan penerimaan PPN, serta menguatnya penerimaan royalti dan dividen dari sektor sumber daya alam.
Reformasi Tata Kelola SDA
S&P secara khusus menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat sentralisasi pengelolaan dan menekan kebocoran pada sektor sumber daya alam dan mineral.
Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dipandang sebagai instrumen yang dapat mengubah lanskap sektor komoditas, antara lain melalui penertiban praktik miss-invoicing dan transfer pricing.
Bersama penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), langkah-langkah ini diharapkan memperkuat posisi eksternal Indonesia secara berkelanjutan.
Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan
S&P menilai Bank Indonesia memiliki independensi operasional dan berhasil menjaga tekanan inflasi tetap terkendali sejak dekade 2010-an.
Bauran kebijakan moneter serta fleksibilitas nilai tukar dinilai memberikan ruang penyesuaian yang memadai dalam menghadapi tekanan eksternal.
Dari sisi sistem keuangan, risiko kontinjensi bagi pemerintah relatif terbatas, dengan aset sektor perbankan di bawah 60% PDB dan risiko negara sektor perbankan pada level yang terjaga.
Prospek ke Depan
S&P menyatakan peringkat Indonesia berpeluang dinaikkan (upside) apabila terjadi penguatan struktural pada metrik fiskal dan eksternal.
Hal ini antara lain melalui penyempitan defisit anggaran mendekati 2% PDB, peningkatan penerimaan negara secara berkelanjutan, penurunan biaya pembiayaan, serta stabilitas nilai tukar.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kualitas dan prediktabilitas implementasi kebijakan guna menjaga kepercayaan pasar.
"Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan tata kelola devisa hasil ekspor, dan peningkatan produktivitas.
>>> Studi: Udara Berlabel 'Baik' Tetap Bisa Membahayakan Jantung
Konsistensi dan prediktabilitas kebijakan akan menjadi kunci untuk mendorong peringkat Indonesia naik ke level yang lebih tinggi," pungkasnya.
Update Terbaru
Influencer 'Okay Baby' Katelynn Ordone Ajukan Cerai Usai Kematian Anak
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Video Mengerikan Tunjukkan Kebakaran Mematikan di Gedung Bir Bangkok
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Korban Serangan Bison di Yellowstone Teridentifikasi, Alami Patah Tulang Parah
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Zahara Jolie Ambil Langkah Hukum Lepas Nama Pitt
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Erling Haaland Ucapkan Selamat Tinggal ke AS Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia
Senin / 13-07-2026, 21:59 WIB
Kendal Tornado FC Resmi Rekrut Striker Rizky Dwi Pangestu
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Usai Wacana 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Strategi Tim Robot ITS Juarai KRAI 2026 dan Melaju ke Hong Kong
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair 20 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Kejagung Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Usai Jadi Tersangka
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Honda Super One Siap Meluncur di GIIAS 2026, Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Yusril: Alasan Polri Limpahkan Kasus Jampidsus Febrie ke Kejagung
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Momen Lee Dong Wook dan Yoo In Na Viral, Picu Rumor Pacaran
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Declan Rice Terbaring 3 Hari karena Penyakit Misterius Sebelum Lawan Norwegia
Senin / 13-07-2026, 21:50 WIB







