Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan drone laut serang sekali pakai dalam pertempuran, sebagai bagian dari serangan terhadap Iran akhir pekan ini, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan AS meluncurkan ratusan serangan terhadap sasaran Iran setelah adanya laporan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, yang menurut CENTCOM dilakukan oleh Iran.

>>> Tanaman Pendamping Rahasia yang Melindungi Kebun Sayur dari Hama Secara Alami

Serangan terbaru yang berakhir pada Minggu menandai debut tempur bagi kapal drone militer AS, demikian pernyataan CENTCOM.

"Kemarin, menggunakan beberapa drone permukaan serang sekali pakai, pasukan CENTCOM berhasil menghantam fasilitas perbaikan kapal selam dan kapal di Iran," tulis CENTCOM dalam unggahan media sosial Senin.

Tiga kapal permukaan nirawak Corsair menghantam pangkalan angkatan laut di Bandar Abbas, menandai pertama kalinya pasukan Amerika menggunakan drone laut dalam operasi tempur.

"Serangan tadi malam menurunkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran komersial," tambah CENTCOM.

Bandar Abbas adalah salah satu dari beberapa lokasi di Iran yang menjadi sasaran serangan udara, darat, dan laut AS akhir pekan ini.

>>> Mengapa Anda Harus Membuka Jendela Saat Hujan Turun

Lebih dari 300 sasaran telah dihantam, termasuk di Pulau Qeshm.

Ukraina telah menunjukkan potensi penggunaan kapal drone dalam serangan terhadap kapal Rusia.

Secara resmi dikenal sebagai kendaraan permukaan nirawak (USV), kapal drone ini dapat diisi bahan peledak dan digunakan sebagai torpedo berpemandu.

AS telah menggunakan Corsair sejak Maret, menurut CENTCOM.

Ini adalah penggunaan tempur pertama drone laut serang sekali pakai, namun bukan pertama kali digunakan dalam operasi di Timur Tengah.

>>> Keberlanjutan Jadi Prioritas, Lautan Luas Transformasi Bisnis di Usia 75 Tahun

Bulan lalu, sebuah drone laut Corsair menyelamatkan kru helikopter AH-64 Apache yang jatuh di lepas pantai Oman.