Badan intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menempatkan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam tahanan rumah. Langkah ini diambil setelah pihak berwenang mengungkap kontak ekstensifnya dengan Israel.

Laporan The New York Times pada Senin, 13 Juli 2026, mengungkapkan bahwa Mossad, dinas intelijen Israel, menjalankan operasi rahasia selama bertahun-tahun untuk merekrut Ahmadinejad.

>>> BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar

Tujuannya adalah menjadikannya pemimpin Iran setelah perubahan rezim.

Saluran komunikasi rahasia itu melibatkan dukungan finansial untuk biaya perjalanan dan pertemuan di luar negeri.

Salah satu pertemuan terjadi pada konferensi perubahan iklim 2024 di Universitas Layanan Publik Ludovika di Budapest, yang dijadikan kedok untuk pembicaraan dengan Kepala Mossad David Barnea.

Operasi Roaring Lion dan Penangkapan

Operasi yang dijuluki Roaring Lion ini memasuki fase kritis pada akhir Februari 2026. Saat itu, serangan udara Israel menghantam kompleks Ahmadinejad di Teheran.

Agen Mossad mengevakuasi Ahmadinejad ke rumah aman, namun mantan presiden itu mulai curiga dan menolak rencana tersebut.

Ia kemudian ditahan oleh pasukan Iran setelah muncul di pemakaman mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

>>> Hakim Danish Ungkap Alasan Finis di Belakang Veda Ega di Moto3 Jerman

Rektor Universitas Ludovika, Gergely Deli, mengakui bahwa seorang pejabat senior Hongaria meminta undangan untuk Ahmadinejad meskipun berisiko.

"Anda punya dua musuh, dan jika musuh-musuh ini ingin bicara satu sama lain, sebaiknya lakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat mereka bicara," ujarnya.

Seorang mantan penasihat Ahmadinejad, Abdolreza Davari, membantah motif finansial. "Dia punya uang; dia punya jaringan ekonomi luas.

Dia melakukannya demi kekuasaan. Dia ingin berada di pucuk pimpinan," kata Davari.

Sumber lain mengungkapkan bahwa Ahmadinejad bersedia menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords jika kembali berkuasa.

>>> Gelombang Panas Landa Cleveland, Suhu Capai 90 Derajat Fahrenheit

Hal ini didorong oleh rasa dendam terhadap sistem Iran setelah tiga kali didiskualifikasi dari pemilihan presiden.