UBS kembali menegaskan rekomendasi beli untuk saham Bloom Energy pada pekan ini, meskipun harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan lebih dari 20 persen sejak akhir Juni.

Dalam catatan kepada klien pada Kamis, analis UBS Manav Gupta menyatakan bahwa penurunan harga saham baru-baru ini justru menawarkan peluang beli yang menarik.

>>> Dow Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Tertekan Akibat Ketegangan AS-Iran

Gupta menilai kekhawatiran pasar terkait pasokan scandium—elemen langka yang digunakan dalam teknologi sel bahan bakar Bloom Energy—terlalu berlebihan.

Menurutnya, Bloom Energy telah mengembangkan proses proprietary untuk mengamankan pasokan scandium yang dibutuhkan, sehingga terlindung dari keterbatasan pasokan yang kerap memengaruhi pesaing.

UBS pun mempertahankan target harga saham Bloom Energy dalam 12 bulan sebesar $350, yang merepresentasikan potensi kenaikan 36 persen dari harga penutupan Kamis.

Kinerja Keuangan Kuartal Pertama yang Kuat

Angka tersebut meningkat lebih dari 130 persen secara tahunan, menandai pertama kalinya perusahaan mencapai pertumbuhan pendapatan kuartalan di atas 100 persen sejak go public.

Margin kotor kuartal pertama mencapai 31,5 persen, sementara laba operasional melonjak menjadi $129,7 juta dari $13,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.

>>> Para Pegolf Bersiap untuk Kejuaraan Terbuka 2026 di Royal Birkdale

Arus kas operasional juga berubah positif untuk pertama kalinya di kuartal yang secara musiman lemah, mencapai $73,6 juta.

Atas hasil tersebut, Bloom Energy merevisi naik panduan pendapatan tahun penuh 2026 menjadi kisaran $3,4 miliar hingga $3,8 miliar, dari sebelumnya $3,1 miliar hingga $3,3 miliar.

Perusahaan juga menaikkan proyeksi margin kotor menjadi sekitar 34 persen, dibandingkan 30 persen pada 2025.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah perluasan jejak Bloom Energy dalam memasok pusat data kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan baru saja menyelesaikan kesepakatan multi-gigawatt dengan Oracle untuk Proyek Jupiter, sebuah fasilitas AI di New Mexico yang sepenuhnya ditenagai oleh Bloom Energy Servers.

>>> Saham Western Digital Anjlok 5,4 Persen Akibat Aksi Jual Sektor Semikonduktor Global

Manajemen Bloom Energy melaporkan bahwa lebih dari separuh backlog pusat data saat ini didorong oleh hyperscaler, neocloud, dan penyedia kolokasi lain di luar kemitraan dengan Oracle.