Saham Western Digital mengalami penurunan signifikan pada perdagangan pra-pasar Senin, 13 Juli 2026. Harga saham perusahaan penyimpanan data itu merosot 5,4 persen ke level $551.

Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di sektor memori dan penyimpanan global. Kondisi ini berlangsung meskipun pasar saham AS secara umum mencatatkan penguatan.

>>> Buku Puisi Esai Denny JA Akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa Usai Raih BRICS Award 2025

Sentimen negatif dipicu oleh anjloknya saham raksasa chip asal Korea Selatan, SK Hynix, yang turun 15 persen dalam satu hari.

Penurunan itu terjadi setelah broker KIS memperkirakan laba kuartal kedua SK Hynix akan meleset 8 persen dari ekspektasi pasar akibat lambatnya pengiriman memori bandwidth tinggi.

Dampaknya menyebar cepat ke seluruh industri.

Saham Western Digital dan SanDisk turun lebih dari 6 persen, sementara Micron melemah di atas 5 persen dan Seagate kehilangan lebih dari 4 persen pada perdagangan awal.

>>> Presiden Prabowo Beri Harga Khusus BBM Rp15.000/Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

Meskipun terjadi tekanan jual, sejumlah lembaga keuangan besar masih mempertahankan pandangan positif jangka panjang.

Citigroup baru-baru ini menaikkan target harga saham Western Digital dari $685 menjadi $800 dengan rekomendasi Beli.

Target harga analis untuk Western Digital masih bervariasi, mulai dari $650 hingga $1.050.

Perbedaan ini mencerminkan ketidaksepakatan mengenai seberapa lama siklus permintaan penyimpanan untuk kecerdasan buatan akan bertahan.

>>> Mahfud MD Akui Terkecoh dengan Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung

Western Digital dijadwalkan melaporkan laba fiskal kuartal keempat tahun 2026 pada 29 Juli mendatang. Analis pasar memproyeksikan laba per saham sebesar $3,27 dengan pendapatan $3,70 miliar.