Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap adanya perundingan rahasia selama 11 jam antara pejabat AS dan Iran. Pertemuan itu digelar untuk membahas masa depan Timur Tengah.

Namun, negosiasi tersebut kembali gagal mencapai kesepakatan. Trump menuding pihak Iran mengubah poin yang sebelumnya telah disetujui.

>>> Penasihat Khamenei: Iran Tak Akan Bayar Upeti ke AS Demi Selat Hormuz

"Ada sesuatu yang tidak diketahui banyak orang. Kemarin mereka mengadakan pertemuan selama 11 jam.

Selalu 11 jam dengan orang-orang ini," ujar Trump, Selasa (14/7).

Menurut Trump, seluruh poin dalam pertemuan itu sebenarnya telah disepakati sebelum delegasi Iran meninggalkan ruangan. Namun, tak lama kemudian mereka menelepon kembali dan meminta perubahan.

"Padahal seharusnya persoalan bisa diselesaikan hanya dalam satu kalimat, satu jam, bahkan satu menit. Kemarin semuanya sudah disepakati.

Lalu mereka keluar dari ruangan, kemudian menelepon kembali dan mengatakan mereka ingin membuat beberapa perubahan," jelas Trump.

>>> Prabowo Akui Baru Sadar Betapa Kayanya Indonesia, Tapi Banyak Dicuri

Pemerintahan Trump menolak permintaan tersebut. Ia menegaskan bahwa poin kesepakatan tidak akan diubah oleh Amerika Serikat.

Trump juga melontarkan kritik keras terhadap tim perunding Iran. Menurutnya, mereka selama puluhan tahun hanya mengulur-ulur proses negosiasi tanpa hasil nyata.

"Mereka memang negosiator profesional. Hanya itu.

Bahkan saya tidak menyebut mereka hebat. Mereka tidak mendapatkan apa pun dari saya.

Tetapi selama 47 tahun mereka terus mempermainkan banyak orang, termasuk para presiden kami sebelumnya. Setiap presiden berhasil mereka ulur-ulur, sementara mereka justru menjadi semakin kuat," kata Trump.

>>> Casio Luncurkan Baby-G BG169CMB-8 dengan Desain Kamuflase Y2K di AS

Pernyataan ini menunjukkan semakin memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran. Dengan jalur militer kembali ditempuh, peluang penyelesaian melalui negosiasi tampak semakin kecil.