Pembongkaran bangunan eks SD Negeri Pondok Cina (Pocin) 1 di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, memicu kekecewaan warga.

Mereka mempertanyakan keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang mengalihfungsikan lahan sekolah menjadi Rumah Kreatif Anak Istimewa.

>>> Casio Rilis Dua Jam Tangan G-Shock Bold Camo dengan Aksen Emas di AS

Agus Dowan, salah seorang warga, menyayangkan pembongkaran sekolah yang berdiri sejak era 1960-an. Menurutnya, SDN Pocin 1 memiliki nilai sejarah karena telah melahirkan banyak alumni selama puluhan tahun.

"Kecewalah," ujar Agus saat ditemui di lokasi eks SDN Pocin 1, Senin (13/7/2026).

Agus menilai pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa bukan solusi tepat. Ia meminta Pemkot Depok memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan proyek tersebut.

"Alasannya (kecewa) karena kan sekolah ini dari tahun '60 udah ada, Pak. Udah berapa alumni dari tahun '60 sampai sekarang?

Itu paling pertama, sebagai warga di sini, ya kan. Itu sangat disesali sekali.

Dia bangun ini buat apa? Kan gitu," ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran proyek yang mencapai Rp15,7 miliar. Agus berharap pemerintah dapat menjelaskan tujuan pembangunan agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.

"Jangan sampai nanti jadi warga punya berpikiran, 'Ah, ini mah simulasi, kamuflase doang ini biar budget turun', kan begitu.

Proyekan, ya kan? Lah emangnya bikin ini semua nggak pakai proposal?

Nggak pakai tender? Iya.

Hah? SD dilarang, sekarang dibikin untuk difabel.

Nah, itu. Di mana visi-misinya di mana?

Tujuannya apa gitu loh," imbuhnya.

>>> Casio Rilis Dua Jam Tangan Color Camo Baru dengan Desain Y2K di AS

Selain itu, Agus mengaku mendengar informasi bahwa lahan SDN Pocin 1 merupakan tanah wakaf warga.