Saham Western Digital Corporation (WDC) anjlok 6,54% ke $544,48 pada Senin, 13 Juli 2026. Penurunan ini terjadi setelah rivalnya, SK Hynix, memulai perdagangan reguler di Nasdaq.

Pergerakan ini membalikkan tren positif yang telah berlangsung selama 12 bulan, di mana saham WDC sempat melonjak 721,71%.

>>> Trump Rekomendasikan Saudari Lindsey Graham untuk Kursi Senat Sementara

Kini harga saham berada 11,5% di bawah rata-rata pergerakan 20 hari sebesar $623,17.

Meski demikian, saham masih bertahan 0,5% di atas rata-rata pergerakan 50 hari ($549,02) dan jauh di atas rata-rata 100 dan 200 hari.

Hal ini menunjukkan struktur pasar jangka panjang masih solid.

Debut SK Hynix dan Dampaknya

SK Hynix resmi beralih ke perdagangan reguler di Nasdaq dengan kode SKHY pada Senin.

Sebelumnya, American Depositary Receipts (ADR) perusahaan sempat naik 12,76% di hari pertama pada Jumat, 10 Juli 2026.

Namun, saham SK Hynix yang tercatat di Seoul justru ambles 12,89% ke KRW 1,89 juta.

>>> Koalisi Konservatif Desak Investigasi Senat terhadap Hakim Agung Kagan

Seorang analis yang dikutip Reuters menyebut aksi ambil untung dan ketidakpastian valuasi sebagai penyebabnya.

Tekanan juga melanda sektor teknologi secara luas.

Indeks Nasdaq tergelincir 1,03% pada hari yang sama, dengan sektor teknologi menjadi yang terlemah di antara 11 sektor pasar.

Investor mengurangi eksposur ke saham teknologi ber-beta tinggi, yang turut menekan harga saham Western Digital.

Prospek ke Depan

Meskipun terkoreksi, analis masih optimistis terhadap Western Digital. Konsensus rekomendasi tetap Buy dengan target harga rata-rata $570,44.

Beberapa analis dari Wells Fargo dan B of A Securities bahkan menaikkan target harga hingga di atas $730,00.

>>> Butuh Waktu Hingga Tiga Tahun untuk Kuasai Gerakan Split, Peringatan Ahli

Laporan laba berikutnya dijadwalkan pada 29 Juli 2026, dengan estimasi EPS naik menjadi $3,27 dari $1,66 tahun lalu.