Gerakan split yang sering terlihat di acara televisi seperti Love Island USA atau RuPaul’s Drag Race mungkin tampak mudah, tetapi para ahli fleksibilitas memperingatkan bahwa melakukannya tanpa persiapan yang tepat dapat menyebabkan cedera serius.

Ramoni Overton, instruktur yoga asal Los Angeles, menekankan bahwa meskipun tayangan tersebut menginspirasi banyak orang untuk mendorong batas fisik mereka, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.

>>> 12 Negara Bagian AS Gugat Blokir Merger Paramount Skydance

Menurut Emmet Louis, pelatih fleksibilitas asal Irlandia yang dikenal sebagai "Splits Wizard", banyak orang keliru mengira split bisa dikuasai dalam waktu singkat.

Ia mengatakan bahwa anggapan split mudah dilakukan dan bisa dicapai hanya dengan mengikuti instruksi online selama 30 hari adalah mitos.

Bahkan bagi mereka yang berusia 50 atau 60 tahun, mencapai split penuh membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari yang diperkirakan.

Louis mendorong orang untuk berpikir dalam skala waktu 18 bulan hingga tiga tahun, dengan mempertimbangkan kemajuan bertahap dan plateau latihan.

Keterbatasan kerangka tubuh juga dapat menghalangi seseorang untuk menyelesaikan gerakan ini.

David Behm, peneliti kinesiologi di Memorial University of Newfoundland, menjelaskan bahwa struktur tulang yang diwariskan dan ligamen yang kaku dapat membatasi rentang gerak seseorang.

Meskipun otot dan tendon beradaptasi dengan baik terhadap peregangan konsisten, ligamen jauh lebih sulit diubah.

Behm juga menegaskan bahwa kemampuan melakukan split bukanlah syarat untuk kesehatan secara keseluruhan, melainkan lebih seperti lari ultramaraton atau angkat beban berat.

Untuk mempersiapkan gerakan split dengan aman, pemanasan yang tepat sangat penting untuk menghindari cedera otot.

>>> Penyaluran KUR Capai Rp159,8 Triliun, 1,1 Juta Debitur Baru Tercatat