Kacamata pintar bertenaga AI milik Meta, yang dilengkapi kamera, menuai reaksi keras dari publik. Banyak pemiliknya kini memilih meninggalkan perangkat mahal itu di rumah karena takut dicap negatif.

Sejumlah influencer, kebanyakan pria, menggunakan kacamata tersebut untuk merekam secara diam-diam saat mendekati dan menggoda wanita tanpa persetujuan.

>>> Larian Studios Tawarkan Kode Baldur's Gate 3 ke Gerard Way My Chemical Romance

Video-video itu kemudian diunggah ke media sosial sebagai konten.

Bahkan ada yang mencoba memeras korban rekaman diam-diam demi uang. Selain itu, Meta sendiri menghadapi tuduhan serius terkait pelanggaran privasi.

Banyak orang tidak menyukai gagasan bahwa raksasa media sosial dengan sejarah penyalahgunaan data biometrik ini memfasilitasi penyalahgunaan dan pengawasan.

Meta juga telah mengambil langkah kontroversial dengan menambahkan teknologi pengenalan wajah ke perangkat tersebut.

Akibatnya, kacamata ini kerap dijuluki "kacamata mesum" atau "pervert glasses". Tidak heran jika pemiliknya enggan terlihat memakainya di depan umum.

Seorang kreator perjalanan bernama Danielle mengatakan kepada Engadget bahwa penyalahgunaan dan tuduhan pelanggaran privasi membuatnya ragu menggunakan kacamata itu di luar rumah.

"Banyak pria dan perilaku mereka telah merusak produk ini," ujarnya.

>>> PlayStation Ditinggalkan Pasar Game Fisik Rp6,5 Triliun, Asosiasi Ritel Inggris Kritik

Danielle menambahkan, "Saya tidak akan merasa nyaman berada di dekat seseorang yang memakainya, jadi saya tidak akan mengharapkan orang lain nyaman dengan saya saat memakainya, di mana pun."

Ia menyebut kacamata itu kini hanya menjadi "pemberat kertas mewah".

Will Kujawa, seorang produser video lepas, mengaku terkejut dengan komentar di media sosial saat ia berpikir untuk membeli kacamata ini.

"Saya melihat semua komentar bahwa jika Anda memakai kacamata itu, Anda pada dasarnya adalah predator atau orang aneh," katanya.

Kujawa menyadari bahwa ada banyak situasi di mana tidak pantas mengenakan kamera di wajah. Meski demikian, kacamata pintar Meta jauh lebih populer dibanding pendahulunya seperti Google Glass.

Perusahaan teknologi lain kini berlomba mengejar ketertinggalan.

Meskipun ada gugatan privasi dan penyalahgunaan, Meta baru saja meluncurkan kampanye baru dengan bintang reality show miliarder Kylie Jenner.

>>> Hakim Florida Kecam Gugatan Trump ke IRS sebagai Manipulasi

CEO Meta Mark Zuckerberg tetap yakin bahwa kacamata pintar pada akhirnya akan menggantikan ponsel pintar. Jika penjualan terus meningkat, kontroversi seputar kacamata ini kemungkinan akan semakin dalam.