Samsung Health menerapkan kebijakan baru yang kontroversial: jika pengguna menolak memberikan data kesehatannya untuk melatih kecerdasan buatan (AI) Samsung, maka data tersebut akan dihapus.

Sebuah opsi baru muncul di pengaturan Samsung Health yang memungkinkan pengguna mematikan penggunaan data untuk pelatihan AI.

>>> Indonesia Siapkan Kawasan Konservasi Orangutan Seluas 87.000 Hektare di Kaltim

Namun, saat opsi itu dimatikan, muncul peringatan bahwa data kesehatan yang ada akan dihapus dan sinkronisasi dengan server Samsung dihentikan.

Kebijakan ini ditemukan oleh How to Geek dan dilaporkan oleh Android Authority.

Pengguna yang tidak menyetujui pelatihan AI akan kehilangan akses ke data kesehatan mereka, kecuali jika diwajibkan oleh hukum.

>>> Whoosh Tembus 1.000 Hari Operasi Aman, Angkut 16,58 Juta Penumpang

Data Pribadi Jadi Taruhan

Samsung Health digunakan oleh banyak pemilik Galaxy Watch dan ponsel Samsung. Data yang dikumpulkan mencakup informasi kesehatan mental, siklus menstruasi, hingga obat-obatan yang dikonsumsi.

Kebijakan ini menuai kritik karena dianggap memaksa pengguna untuk memilih antara privasi atau kehilangan data yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.

Banyak yang menilai langkah ini sangat anti-konsumen.

>>> Jeezy Batal Tampil di Las Vegas demi Kejutan di Konser Jay-Z

Meskipun Samsung berhak menetapkan syarat penggunaan aplikasinya, praktik ini dinilai tidak adil bagi pengguna setia yang telah lama menggunakan layanan tersebut.