Meta menghentikan fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Muse Image, hanya beberapa hari setelah diluncurkan.

Keputusan ini diambil setelah mendapat kritik luas terkait isu privasi, termasuk dari serikat pekerja Hollywood SAG-AFTRA.

>>> Daftar Tarif Pemeriksaan di Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta

Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (11/7), Meta mengatakan niat mereka adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi kendali kepada pengguna.

"Kami mendengar masukan bahwa fitur ini meleset dari sasaran, sehingga tidak lagi tersedia," tulis perusahaan induk Facebook dan Instagram itu.

Fitur yang Menuai Kontroversi

Muse Image diluncurkan pada Selasa (7/7) sebagai model pembuatan gambar pertama dari Meta Superintelligence Labs.

Fitur ini terintegrasi ke chatbot Meta AI, memungkinkan pengguna memakai foto sebagai input hingga mengedit gambar hasil generasi langsung lewat sketsa.

Masalah muncul karena fitur ini dapat memanfaatkan akun Instagram publik untuk menghasilkan gambar secara otomatis tanpa persetujuan eksplisit pengguna.

>>> Prediksi Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Aktris peraih Emmy Hannah Einbinder mengkritik fitur tersebut di Instagram, menyebutnya aktif secara otomatis dan mengajak pengguna lain mematikannya.

SAG-AFTRA pada Kamis (9/7) mendesak anggotanya dan pengguna Instagram untuk mematikan fitur tersebut.

"Apa pun selain opt-in yang jelas dan mencolok untuk jenis penggunaan gambar pengguna Instagram semacam ini tidak dapat diterima," kata SAG-AFTRA.

Setelah Meta menarik fitur tersebut, SAG-AFTRA menyambut baik langkah itu sebagai tindakan yang bertanggung jawab.

>>> Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Farhan Walkot Bandung di Rumah Sakit

Pembatalan fitur ini mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap perusahaan teknologi untuk memberi pengguna kendali atas konten publik mereka yang digunakan oleh fitur AI.