Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan. Sejumlah keputusan wasit dinilai menguntungkan Argentina, juara bertahan yang melaju hingga semifinal.

Kontroversi mencuat setelah Argentina menyingkirkan Mesir di babak 16 besar. Pemain dan staf pelatih Mesir mengkritik kepemimpinan wasit serta VAR, terutama pembatalan gol setelah peninjauan ulang.

>>> Adam Alis Yakin Persib Bandung Berjaya di Asia, Kedatangan Sandy Walsh dan Ragnar Jadi Modal Besar

Pada laga perempat final melawan Swiss, intervensi VAR berujung kartu merah bagi penyerang Swiss, Breel Embolo. Keputusan itu memicu kritik dari pengamat dan suporter yang menilai terlalu berlebihan.

Di media sosial, muncul anggapan bahwa Argentina mendapat perlakuan lebih menguntungkan. Namun, data menunjukkan situasi yang lebih kompleks.

Data VAR: Argentina Peringkat Kedua

Berdasarkan data Northeastern Global News hingga babak 16 besar, Argentina menempati posisi kedua dalam daftar tim yang paling banyak memperoleh keputusan VAR menguntungkan.

Posisi pertama ditempati tuan rumah bersama, Meksiko.

Tingkat intervensi VAR yang menguntungkan Argentina mencapai 6,7 per 100 pelanggaran. Tidak ada satu pun keputusan VAR yang dinilai merugikan tim tersebut.

Meksiko berada di posisi teratas dengan angka 7,8. Disusul Portugal (4,6), Selandia Baru (4,2), dan Arab Saudi (3,6).

>>> Fakultas Hukum University of Chicago Larang Laptop dan Ponsel di Kelas

Di sisi lain, Kroasia menjadi tim yang paling sering dirugikan.

Finalis Piala Dunia 2018 itu tidak menerima satu pun keputusan VAR menguntungkan, sementara tingkat keputusan merugikan mencapai 6,5 per 100 pelanggaran.

Di bawah Kroasia terdapat Iran (5,4), Qatar (5,1), Jerman (4,0), dan Inggris (3,5).

Meski demikian, data statistik tersebut tidak bisa dijadikan bukti bahwa VAR berpihak pada tim tertentu.

FIFA menegaskan setiap keputusan VAR diambil berdasarkan peninjauan rekaman sesuai Laws of the Game.

Selain pembatalan gol Mesir, insiden tekel Lionel Messi saat menghadapi Aljazair juga menjadi perhatian. Wasit tidak memberikan kartu kepada kapten Argentina tersebut.

>>> Manajer Norwegia Kecam Pelecehan Online terhadap Alexander Sorloth

Hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan manipulasi atau keberpihakan sistem VAR terhadap Argentina. Perdebatan mengenai konsistensi penggunaan teknologi diperkirakan akan terus berlanjut.