Analis Wall Street dari Stifel, Ruben Roy, menaikkan target harga saham Advanced Micro Devices (AMD) menjadi $635 dari sebelumnya $450.

Keputusan ini didasarkan pada permintaan pasar infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang masih terbatas pasokan.

>>> 6 Cara Cegah Flight Face agar Kulit Tetap Glowing saat Naik Pesawat

Hingga 10 Juli 2026, saham AMD telah naik 155,29% secara year-to-date dan ditutup di level $548.

Posisi tersebut mendekati level tertinggi 52 minggu di $584,73.

Kenaikan target harga ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan divisi Data Center AMD yang mencapai $5,775 miliar pada kuartal pertama 2026.

Angka ini tumbuh 57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan finansial AMD didukung oleh kemitraan jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar.

Meta dan OpenAI masing-masing berkomitmen untuk menggunakan 6 gigawatt GPU Instinct AMD, memberikan aliran pendapatan yang jelas bagi perusahaan.

>>> Bos Bulog Minta Hati-hati Bicara El Nino: Petani Bisa Takut Menanam

Selain pertumbuhan pendapatan, AMD melaporkan arus kas bebas kuartal pertama sebesar $2,566 miliar, meningkat 252,96% year-over-year.

Margin kotor non-GAAP mencapai 55%, dengan proyeksi naik menjadi 56% pada kuartal kedua.

Analisis teknikal dari ChartMill menunjukkan bahwa AMD mempertahankan tren positif dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Saham ini mengungguli 98% dari seluruh saham di pasar dan 91% dari kompetitor di industri semikonduktor.

Zona support saham AMD saat ini berada di kisaran $530 hingga $539.

>>> Semifinal Piala Dunia: Scaloni Akui Nyaris Rombak Skuad Argentina

Dengan target harga baru $635, analis optimistis terhadap prospek perusahaan di tengah permintaan AI yang terus meningkat.