Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan informasi mengenai potensi fenomena El Nino.

Menurutnya, pernyataan yang terlalu dini dan belum terverifikasi justru bisa membuat petani ragu memulai musim tanam.

>>> Semifinal Piala Dunia: Scaloni Akui Nyaris Rombak Skuad Argentina

"Statement El Nino itu harus betul-betul dipastikan.

Karena berpengaruh kepada para petani yang tadinya mau bercocok tanam jadi takut-takut bercocok tanam," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Rizal mengaku masih mempertanyakan sejauh mana dampak El Nino telah benar-benar dirasakan di lapangan. Dalam sejumlah kunjungan kerja, ia masih melihat kondisi hujan di berbagai daerah.

"Kalau dibilang El Nino, masih ada hujan sekarang. Saya masih merasakan hujan di Jakarta, di Papua, di Kalimantan, sampai Sumatra.

Jadi saya juga mempertanyakan El Nino ini benar atau tidak," ujarnya.

Karena itu, Rizal meminta setiap pernyataan mengenai El Nino didasarkan pada fakta dan pengamatan yang teruji.

Ia khawatir persepsi ancaman kekeringan justru memengaruhi psikologis petani sebelum kondisi sebenarnya terjadi.

Sementara itu, Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan dampak El Nino terhadap produksi beras sejauh ini belum bisa disimpulkan.

>>> Apa Itu Sindrom CKM yang Diklaim Bisa Memengaruhi Sebagian Besar Orang Dewasa?

Sebagian besar daerah baru memasuki musim panen kedua.

"Belum terlihat, karena sekarang ini baru mulai panen kedua. Nanti kita lihat sekitar bulan Agustus apakah produksinya turun atau tidak," ujar Sutarto.

Menurutnya, selama pasokan gabah dan beras masih terus masuk dari daerah produksi, belum ada indikasi nyata bahwa El Nino telah mengganggu ketersediaan pangan.