American Heart Association (AHA) baru-baru ini memperkenalkan istilah sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (CKM) untuk menggambarkan keterkaitan erat antara penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Selama ini, dokter sering menangani kondisi-kondisi tersebut secara terpisah. Padahal, keempatnya memiliki akar biologis yang sama, terutama peradangan kronis dan jaringan lemak yang tidak berfungsi normal.

>>> PHK Ribuan Karyawan, Ubisoft Akui Risiko Kehilangan Talenta Kunci

Kerusakan pada satu sistem secara otomatis membebani sistem lainnya. Misalnya, resistensi insulin merusak pembuluh darah, yang kemudian membebani jantung dan merusak sistem penyaringan di ginjal.

Lima Tahapan Sindrom CKM

Alih-alih diagnosis sederhana ya atau tidak, dokter kini mengevaluasi sindrom CKM sebagai perkembangan seumur hidup dalam lima tahap.

Tahap 0: tidak ada faktor risiko sama sekali. Berat badan sehat, tekanan darah normal, dan kadar gula darah optimal.

Tahap 1: kelebihan lemak tubuh atau tanda awal intoleransi glukosa, tanpa penanda metabolik lain.

Tahap 2: muncul tanda bahaya metabolik seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau tanda awal penyakit ginjal.

Tahap 3: penyakit kardiovaskular dini tanpa gejala. Jantung atau pembuluh darah menunjukkan kerusakan terukur, tetapi pasien belum merasakan gejala.

Tahap 4: penyakit kardiovaskular lanjut, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal jantung, sering disertai penyakit ginjal stadium lanjut.

>>> Kematian Cakram PlayStation Picu Perlawanan dari Legislator dan LSM

Analisis data kesehatan AS menunjukkan hanya sekitar 8% orang dewasa berada di Tahap 0. Studi lain menempatkan angka itu antara 8% hingga 13%.

Mayoritas orang dewasa berada di suatu titik dalam spektrum CKM, dan banyak dari mereka merasa sehat serta belum pernah didiagnosis secara formal.